Armadaberita.com | MEDAN – Demi mencari keadilan atas kematian anaknya, Nurmalia (60) nekat menginap selama dua malam di Masjid Nurul Fallah Polrestabes Medan. Ia berharap laporannya terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan anaknya, Ardiansyah, segera ditindaklanjuti.
Dengan wajah lelah dan mata sembab, Nurmalia akhirnya ditemui langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Gidion Arif Setyawan pada Rabu, 11 Juni 2025. Dalam pertemuan tersebut, Kapolrestabes berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap terlapor LS, yang disebut merupakan pensiunan TNI, beserta keluarganya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolrestabes Medan yang telah mendengar suara hati saya dan berjanji akan segera menangkap LS,” ujar Nurmalia dengan suara terbata, tak kuasa menahan air mata.
Menurut pengakuannya, LS kerap mengejek dan meremehkan upaya hukum yang dilakukannya. “Dia sering berkata bahwa keadilan tidak berpihak kepada saya. Setiap bertemu, dia mengucapkan kata-kata menyakitkan. Saya hanya bisa menangis dan memohon kepada Tuhan,” tutur Nurmalia.
Kapolrestabes Medan memastikan bahwa laporan tersebut menjadi atensi khusus dan penegakan hukum akan berjalan sebagaimana mestinya. “Kami akan bekerja serius menangani kasus ini, agar keadilan benar-benar dirasakan oleh semua pihak, terutama korban,” ujarnya.
Perjuangan Nurmalia menjadi potret nyata seorang ibu yang tak lelah mencari keadilan, berharap hukum berpihak pada kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan.











