EKBIS  

OJK: Aset BPR dan BPRS Riau Teratas di Sumbagut, Lampung Terbesar di Indonesia

Share

 

ArmadaBerita.Com – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) berperan penting untuk perekonomian daerah, termasuk di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terutama dalam melayani masyarakat di segmen mikro dan kecil.

BPR beroperasi secara konvensional, sedangkan BPRS berdasarkan prinsip syariah. Dimana peran BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam berjangka, dan bentuk lainnya. Termasuk memberikan kredit kepada nasabah dan juga menyediakan pembiayaan dan penempatan dana. Sedangkan BPRS membiayai dan memberikan modal kerja kepada UMKM, hingga membantu dalam pengelolaan dana pada UMKM.

Kepala OJK Provinsi Sumut Khoirul Muttaqien, melalui Yovvi Sukandar selaku Deputi Direktur Pengawas Perilaku Lembaga Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Sumut baru-baru ini menjelaskan posisi BPR dan BPRS se Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada Triwulan III 2024.

Dimana, jumlah aset BPR dan BPRS terbesar se Sumbagut pada Agustus 2024 diposisi teratas ada di Riau. “secara akumulasi total aset, Riau menempati urutan teratas,” kata Yovvi.

Akan tetapi, secara individu, sebut Yovvi, BPR yag ada di Batam (Kepri) menempati urutan terbesar asetnya yaitu sekitar Rp2 Triliun. “Namun untuk yang terbesar secara Nasional (terbesar di Indonesia), Provinsi Lampung di urutan pertama dengan BPR Eka Bumi Artha yang memiliki aset sekitar Rp9 Triliun lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sumut sebelumnya menyatakan di Sumut hanya memiliki 51 BPR.

Untuk BPR dengan Aset terbesar di Sumut yaitu BPR Pijer Podi Kekelengen, dengan total aset sebesar Rp477 Miliar. “Untuk BPRS paling besar asetnya di Sumut adalah BPRS Amanah Bangsa, dengan total aset, Rp131 Miliar,” rinci Yovvi.

Berikut disampaikan data BPR dan BPRS pada Triwulan III 2024 se-Regional Sumbagut.

Prov. Aceh, Aset BPR sebanyak 43.987.204.224. Aset BPRS sebanyak 1.036.291.149.285. Total mencapai 1.080.278.353.509.

Riau, Aset BPR sebanyak 11.220.417.362.551. Untuk BPRS sebanyak 255.051.683.802. Total mencapai 11.475.469.046.353.

Kep. Riau, Aset BPR sebanyak 2.149.962.152.929. Sedangkan aset BPRS sebanyak 499.133.840.250. Total mencapai 2.649.095.993.179.

Sumut, Aset BPR sebanyak 2.592.322.305.621. BPRS sebanyak 549.239.477.378. Total mencapai 3.141.561.782.999.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dananya berasal dari masyarakat dalam bentuk simpanan di BPR ataupun BPRS yaitu:

DPK dari BPR Aceh memiliki Tabungan sebanyak 18.435.012.406. Deposito sebanyak 10.459.000.000. Sedangkan dari BPRS, tabungan sebanyak 118.529.050.617,00 Deposito 429.688.971.831,00.

DPK dari BPR Riau memiliki Tabungan : 576.516.541.170. Deposito : 787.133.800.665. Sedangkan BPRS Riau memilik Tabungan : 48.769.512.313, Deposito : 65.777.734.993

DPK dari Kep. Riau memilik Tabungan : 1.135.355.660.255 dan Deposito : 7.914.869.026.052.

Sedangkan BPRS Riau memiliki Tabungan : 24.835.200.350 dan Deposito : 157.755.783.336

DPK dari Provinsi Sumut memiliki Tabungan : 918.329.624.034 dan Deposito : 1.061.140.232.929.

Sedangkan BPRS Sumut memiliki Tabungan : 43.274.120.576 dan Deposito : 123.645.817.528.

Jumlah kredit BPR di Aceh pada OS atau Outstanding Principal (Piutang Pembiayaan) mencapai : 31.093.706.511. Untuk BPRS pada OS mencapai 695.924.385.040,00.

Jumlah kredit BPR di Riau pada OS mencapai : 1.630.511.852.464. Untuk jumlah kredit OS pada BPRS mencapai : 295.756.715.523,00.

Jumlah kredit BPR di Kep. Riau pada OS mencapai : 8.551.271.457.279. Untuk BPRS pada OS mencapai :121.193.194.840,00.

Jumlah kredit BPR di Sumut pada OS mencapai : 1.910.296.627.524. Untuk BPRS pada OS mencapai : 205.708.338.880,00. (Asn)