Utama  

Meningkatkan Kemampuan dan Inovasi Melalui Pelatihan Kerajinan di Sumatera Utara

Share

Di era modern saat ini, kemampuan dan inovasi menjadi kunci utama dalam memajukan berbagai sektor industri, termasuk industri kerajinan. Menyadari hal ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengambil inisiatif dengan menggelar pelatihan menjahit/bordir gratis untuk pengrajin di daerah tersebut.

PELATIHAN ini bukan sekadar pelatihan biasa, namun merupakan upaya konkret untuk meningkatkan kemampuan dan inovasi pengrajin Sumut. Sasarannya adalah pengrajin-pengrajin muda yang memiliki semangat tinggi dan potensi besar untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dari Sumut.

Dalam pembukaan pelatihan di Gedung Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD) Delisersang, Dessy Hassanudin, salah satu pemangku kepentingan, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kualitas produk kerajinan. “Kita ingin meningkatkan kemampuan pengrajin menghasilkan produk bercirikhas, memiliki nilai seni tinggi dan nilai ekonomi,” ungkap Dessy.

Namun, pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan individu sebagai pengrajin. Dekranasda Sumut juga berambisi untuk menumbuhkan wiraswasta baru di bidang kerajinan. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat.

Putra Jaya Manalu, Ketua Harian Dekranasda Deliserdang, menambahkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh peserta dari beberapa kabupaten/kota di Sumut, seperti Serdangbedagai, Deliserdang, dan Tebingtinggi.

Harapannya, lahir profesional-profesional baru yang handal dan inovatif, yang dapat membuka lapangan kerja serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kerajinan di daerah tersebut.

Salah satu peserta, Rizka dari Tebingtinggi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Baginya, pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan dalam bidang menjahit dan bordir, tetapi juga membantu dalam memperluas jaringan kerja. “Kalau kemampuan pasti bertambah, yang tidak kalah pentingnya jaringan kita juga bertambah,” kata Rizka.

Dari kesaksian Rizka, kita dapat melihat bahwa pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung dan berbagi ilmu.

Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekedar acara pendidikan, namun juga merupakan sarana untuk membangun komunitas kerajinan yang lebih kuat dan berkelanjutan di Sumut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *