Medan, Armadaberita.com – Banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Humbahas, memicu panggilan tegas dari Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting. Dalam pernyataannya Senin (4/12/2023), ia mendesak penanganan dampak bencana lintas sektoral, memastikan korban ditemukan, dan masyarakat terdampak ditangani secara optimal.
“Saya prihatin dan berbela sungkawa. Perlu penanganan lintas sektor. Para korban harus segera ditemukan, dan masyarakat yang terkena dampak banjir bandang harus ditangani sebaik mungkin,” ungkap Baskami.
Dengan 35 rumah rusak, termasuk 12 yang rusak berat, serta 200 orang mengungsi, Baskami menyoroti perlunya keterlibatan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya. Dia menekankan penanganan infrastruktur, drainase, dan air bersih harus menjadi fokus lintas sektor.
“Kita harus mencari penyebab pasti banjir bandang di Humbahas. Kerusakan hutan dan hilangnya daerah tangkapan air sekitar Danau Toba menjadi perhatian utama. Ayo bersama-sama menyelamatkan alam sekitar Danau Toba,” seru Baskami.
Bagi Baskami, kepedulian dan aksi konkret dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat perlu diwujudkan untuk mengatasi kerusakan hutan. Ia mendorong upaya reboisasi dan penghijauan sebagai langkah preventif agar rentetan bencana banjir bandang di Humbahas dapat diatasi dengan solusi yang berkelanjutan. (Dedy Hutajulu)











