Syech Muhammad Jaber Sampaikan Wasiat dan Kisah Orang Bersedekah pada Acara FESYAR 2023

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Ulama besar asal Madinah Syekh Muhammad Jaber datang langsung dari Jakarta ke kota Medan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) 2023 yang digagas oleh Bank Indonesia kantor perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut).

Kepala BI Sumut, IGP Wira Kusuma dan Wali Kota Medan diwakili Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, Kamis (20/7) siang tadi telah membuka FESYAR 2023 dengan tanda pemukulan gendang bersama.

Menjelang malam, diisi Tabligh Akbar sebagai rangkaian acara selanjutnya pada FESYAR 2023 yang dilaksanakan di Istana Maimun Jalan Masjid Raya Medan. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan Qori’ nasional Syaiful Fai, SPdi.

Selanjutnya diisi dengan peluncuran Program Lelang Wakaf. Dimana seluruh tamu yang ada diajak untuk berinfaq yakni menyisihkan rizkinya untuk dikelola forum zakat. Nantinya infak yang didapat akan dipergunakan untuk kegiatan bermanfaat dan disalurkan bagi yang membutuhkan di wilayah Sumut.

Pada kesempatan itu, Syekh Muhammad Jaber menyebut, sebagai umat islam di dalam kehidupan haruslah ada rencana. Salah satunya ekonomi. “Seperti yang disampaikan bapak Ibrahim, Kepala Deputi BI Sumut yang berencana membangun ekonomi umat islam, khususnya ekonomi syariah. Dan Alhamdulillah respon dari perusahaan-perusahaan di Sumut ini sangat luar biasa bekerjasama untuk membangun ekonomi umat,” katanya.

Apalagi, sambung Syekh Muhammad Jaber, adanya sistem pembayaran digital dari BI bernama QRIS. Melalui QRIS, semakin mempermudah bagi setiap muslim di Sumut berinfaq. Yang artinya tidak alasan lagi bagi kita nggak bisa ikuti infaq, karena melalui Handphone (HP) sudah bisa bertransaksi antar rekening.

“Saya dapat wasiat dari almarhum Syekh Ali Jaber. Kata beliau usahakan jangan lewat 1 hari tolong berinfak di jalan Allah semampunya. Karena setiap hari ada 2 Malaikat, setiap pagi hari turun mendoakan, Ya Allah siapapun yang infak, ganti yang lebih baik,” terangnya.

Sementara satu Malaikat lagi dengan doa berbeda yaknin “Ya Allah, siapapun yang tahan dengan uangnya takut uangnya habis, Ya Allah habiskan hartanya”.

“Berarti kemaslahatan kita dari berinfaq. Doa bukan dari Syekh, bukan dari ustadz, tapi langsung dari Malaikat. Kalau kita percaya dan yakin apa yang kita infaqkan di jalan Allah, Allah ganti yang lebih baik,” ungkap Syekh Muhammad Jaber dengan dalil-dali yang dibacakan.

Sebagai contoh, ia mengisahkan kejadian yang diketahuinya sewaktu berada di Arab Saudi baru-baru ini. Ada seseorang mengumpulkan uang dan hartanya sebesar 8 ribu Rial yang dirupiahkan sekitar Rp 20 juta. Uang 4 ribu Rial disimpannya untuk keperluan kedepan sebagai tabungannya.

Pada satu hari saat ia pergi shalat Ashar di Masjid. Usai shalat ia bertemu sseeorang dari Sudan yang sedang berdoa sambil meneteskan air mata. Ketika ditanya, beliau berkata bahwa baru hari ini dia dapat kabar istrinya memiliki sakit kanker dan harus dioprasi. Dia mengaku tidak punya uang sama sekali. Lalu ditanyakan kepada pria Sudan tadi untuk biaya berobat istrinya dan ternyata sebesar 8 ribu Rial, sama seperti seluruh harta pria yang bertanya.

Mendengar itu, ia lantas pulang untuk mengambil uangnya 4 ribu Rial dan kembali mengambil simpanannya di lemari sebesar 4 ribu Rial lagi yang untungnya uang itu belum dipergunakan sang istri untuk biaya sehari-hari. Setelah itu ia kembali lagi ke Masjid dan memberikannya kepada pria Sudan tadi. Sehingga pria Sudan itu terharu mengucap syukur dan berterimakasih.

“Lalu dia berdoa dan memohon kepada Allah, semoga Allah memberikan rizki seperti hujan mengalir dan diaminkan orang yang membantunya. Demi Allah orang yang cerita ke saya itu teman dekat dari yang memberi. Dia tersenyum. Kata beliau, dia melihat saldo direkeningnya sekarang mencapai lebih dari 300 juta Rial, sekira 1 triliun 2 ratus miliyar. Allah ijabah doanya dengan rizki berlimpah karena sedekah,” ungkap Syekh Muhammad Jaber.

Karena itu, lanjut Syekh Muhammad Jaber, ketika ada undangan dari Allah untuk mengikuti infaq di jalan Allah, agar mau membantunya. Apalagi bisa melalui cara yang sangat mudah yakni dengan QRIS melalui Handphone langsung bisa berinfaq dan sedekah. “Karena sedekah itu membersihkan kotoran dan maksiat,” jelas Syekh Muhammad Jaber sembari melafazkan dalil.

Kepala Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Ibrahim saat memberikan sambutan di Fesyar 2023 Istana Maimun, Kamis (20/7/2023) malam. (ASN)

Kegiatan itu juga dihadiri para pimpinan Pesantren, para Kepala perwakilan BI se Sumut, Ketua MUI Sumut, Ketua BWI Sumut, Kepala Pesantren se Sumut, Ketua Forum Zakat se Sumut, Pemko Medan, serta jamaah Tablik Akbar se Sumut.

Meski suasana kota Medan malam itu digurun hujan, namun tak menyulutkan antusias masyarakat yang hadir disana untuk memadati acara FSYAR 2023 yang digelar oleh BI. Sebab, para pengunjung baik masyarakat maupun para undangan dapat menyaksikan beragan kegiatan serta pameran produk UMKM.

Sebelumnya, Kepala Deputi BI Sumut, Ibrahim pada sambutannya malam itu mengungkapkan bahwa FESYAR 2023 merupakan kegiatan akbar setiap tahun yang dilakukan BI dengan tujuan untuk mendorong program perkembangan ekonomi syariah di seluruh daerah di Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera yang Inklusif” ini dilaksanakan di tigal lokasi berbeda di kota Medan yakni Jalan Masjid Raya, Istana Maimun dan Plaza Medan Fair Mall mulai 20 -23 Juli 2023. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *