Siantar, ArmadaBerita.Com
Pasca merebaknya kabar Pabrik Mie Berformalin yang disebut kena gerebek Polisi, ternyata menjadi perhatian bagi Andika Prayogi Sinaga, selaku Ketua Komisi l DPRD Pematangsiantar.
Andika meminta agar Dinas terkait rutin melakukan razia. Khususnya razia terhadap makanan yang berjenis seperti mie basah dan lain sebagainya.
Politisi Partai Hanura tersebut mengatakan, BBPOM dan Dinas Kesehatan Kota Siantar harus bertindak tegas dengan melakukan razia terhadap Mie yang sudah beredar di Siantar-Simalungun.
“Jangan beri ruang kepada para pelaku usaha yang ingin mendapatkan untung yang banyak namun mengorbankan kesehatan masyarakat. Pastikan produk yang dimakan warga Siantar itu bersih dan higienis serta tidak mengandung formalin,” tegasnya.
Andika menambahkan, BBPOM sebagai lembaga pengawas makanan, harus cepat menindaklanjuti dugaan mie berformalin karena taruhannya adalah kesehatan warga Siantar.
“Selain itu, Polres Siantar harus segera tindak para pelaku ataupun produsen yang melakukan kecurangan dalam bisnis dengan mengabaikan kesehatan masyarakat,” harap Andika.
Masih kata Andika dihubungi, Senin (6/2/2023) pagi pukul 09.13 WIB. Terkait maraknya kabar pabrik mie basah yang diduga gunakan formalin, pihaknya akan mengadakan rapat.
“Kita segera mengundang pihak Dinas Kesehatan untuk membahas ini, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dimanax kabar ini segera kami tindaklanjuti karena sudah membahayakan,” tutupnya Andika mengakhiri.
Sebelumnya, beredar kabar, Pabrik Mie basah berformalin di Jalan Patimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, digerebek Polres Siantar, Sabtu (4/2/2023) sore pukul 16.00 WIB.
Pabrik mie yang diketahui dikelola Anwar tersebut, sudah beberapa tahun beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 500 kiloan dalam sehari.
“Ada digrebek. Ada juga yang diamankan. Infonya karena mie pakai formalin” ujar salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kepada wartawan, Sabtu (4/2/2023) sore pukul 17.00 WIB.
Dari informasi warga, selain mengamankan 5 orang, Polisi juga turut mengamankan beberapa barang bukti Mie Basah yang mengandung Formalin dan beberapa bungkusan diduga cairan Formalin.
“Pokoknya ada tadi yang dibawa polisi, sepertinya memang barang bukti cairan Formalin. Tadi karena cepat kali penggerebekannya itu. Tapi tanya lagi lah sama Polisi,” ketus warga.
Kapolres Siantar AKBP Fernando SH, SIK dikonfirmasi wartawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut dengan jelas. Namun akan segera mengecek kebenarannya.
“Saya belum dapat info nanti saya cek,” jawabnya mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pusat itu singkat melalui pesan aplikasi whatsapp.
Namun seorang pria yang mengaku adik dari Sari (istri Anwar) pemilik pabrik Mie Basah berformalin membenarkan penggerebekan itu bahkan sempat diamankan para pekerja dan pemilik pabrik oleh polisi.
“Pas digerebek, pemilik pabrik (Anwar dan Sari) sempat dibawa polisi,” aku pria berbadan agak buntal yang mengenakan kawat gigi berwarna hijau kepada wartawan di di rumahnya yang bersebelahan dengan pabrik Mie Basah.
Setelah dipulangkan atau berdamai, kata pria berkulit putih diperkirakan berusia 25 tahun ini, Anwar dan Sari langsung berangkat pergi ke luar kota. “Sudah pergi ke arah kota Pekan Baru mereka,” ungkap pria yang saat itu mengenakan kaos Biru dan celana jeans Pink di rumahnya cat putih. (Yud)











