Medan, ArmadaBerita.Com
Pembunuhan terhadap siswa SD di Kota Medan berinisial SRB yang terjadi di ruang kelas menyisakan kekhawatiran akan kondisi psikologis sejumlah teman-teman korban.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan pun mendatangi Yayasan Baiti Jannati di Kecamatan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (15/8/2022).
Petugas melakukan penyembuhan trauma atau trauma healing terhadap para siswa di sana.
Kegiatan dihadiri Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan AKP Mardianta Br Ginting bersama personel Polwan, dan pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang yang dipimpin Ketua Junaidi Malik.
Dalam kegiatan trauma healing ini, para siswa diajak bermain seperti berdogeng yang dibawakan oleh Ridho Pratama dan menari bersama yang dipandu oleh Jenny Aprianti.
Kanit PPA AKP Mardianta Br Ginting mengatakan, kegiatan tersebut berdasarkan perintah Bapak Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda untuk memberikan trauma healing terhadap para siswa, khususnya yang sekelas dengan korban.
“Jadi dalam pertemuan ini kami melakukan kegiatan-kegiatan untuk memberikan hiburan terhadap anak, seperti berdogeng dan tanya jawab maupun menari nari. Kami juga memberikan hadiah dengan maksud untuk dapat menghilangkan rasa trauma dari pada para siswa,” kata Mardianta.
Kanit PPA menyebutkan, kegiatan itu dilakukan bekerja sama dengan pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang.
“Sejauh ini rasa trauma pada siswa sudah mulai hilang. Meski secara kasat mata masih ada. Untuk menghilangkan rasa trauma anak-anak akan ditindaklanjuti dari LPA,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, SRB bocah Kelas VI Sekolah Dasar (SD) tewas ditikam oleh pamannya sendiri saat korban sedang belajar di dalam kelas sekolahnya di Islam Baiti Junaiti kawasan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (9/8/22) pagi.
Korban tewas setelah dadanya ditikam menggunakan pisau. Pelaku yang merupakan paman korbans sendiri bernama Rahmat. Usai menikam korban pelaku langsung kabur seperti halnya datang tiba-tiba dengan mendobrak pintu ruang kelas.
Dalam keadaan itu, korban banyak mengeluarkan darah. Ironisnya kejadian itu dilihat seluruh siswa di ruang kelas. Meski sempat kabur selama tiga hari, Rahmat akhirnya berhasil ditangkap Polsek Sunggal di Jalan Pelita, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang pada Jumat (12/8) malam sekitar pukul 21.00 WIB. (Ril/ASN)











