NEWS  

Founder GPS Tembung Kemalingan, Pencurinya Diketahui Tapi Berhasil Kabur

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Aksi pencurian yang marak terjadi di kawasan penduduk pinggiran sungai Tembung, tepatnya di Jalan Duku Raya, Dusun 17, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kembali terjadi.

Dalam kurun sebulan ini, lebih dari 5 orang warga disana kemalingan. Diantaranya pencurian sepeda motor Yamaha Scorpio BK 2313 ACT milik, Agus Tianda (26) yang terjadi pada, Sabtu (27/6) sekira pukul 14.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, Misni (52) kehilangan alat-alat rumah tangganya seperti Tabung Gas dan lainnya.

Selanjutnya pada Minggu (11/7) siang, giliran Manto (35) kehilangan Yamaha Vixion BK 2261 AFI. Hari berikutnya, HP Android milik warga disana juga raib digondol maling yang masuk ke dalam rumah. Menyusul pencurian dua Tiang telkom/listrik yang berada di pinggiran sungai tak jauh dari sanggar GPS Tembung.

Terbaru, kembali terjadi, Sabtu (17/7) sekira pukul 03.30 WIB, kawanan maling lainnya yang menganggap mudahnya melakukan aksi pencurian di kampung itu lagi-lagi berhasil menggasak harta benda milik warga disana. Kali ini, Founder atau Pendiri dari Gerakan Peduli Sungai yang jadi korbannya. Luthfi Hakim Fauzi korbannya. Pria berusia 23 tahun ini kehilangan 1 unit HP merk Redmi Note 9, dan tas sandang berisi uang Rp 2.085.000.

“Iya bang, sudah resah kali kami warga disini karena bolak-bali kemalingan dan dengan gampangnya maling beraksi. Bahkan beberapa kejadian malingnya kami ketahui. Kami sudah koordinasi sama Ketua RT, Kadus, Hingga Kades Bandar Khalipah, tapi respon Kades dingin tidak ada penyelesaian,” keluh Lutfi saat diwawancarai wartawan, Sabtu (17/7) siang.

Lutfi mengaku, setiap peristiwa kemalingan yang terjadi sebelumnya cukup mengetahui dan diantaranya pelaku dikenali seperti pelaku pencuri yang masuk ke tempat tinggalnya di Jalan Duku Raya, tepatnya depan pinggiran Sungai Tembung, Desa Bandar Khalipah, subuh hari tadi.

“Malingnya aku tau bang, namanya (inisial YG). Rumahnya di daerah sini juga. Soalnya Hanphone dan uang di dalam tas sandang aku dicurinya pada saat aku tertidur dan dia masuk ke dalam rumah lalu kepergok denganku,” aku Lutfi.

Lutfi menceritakan, bahwa pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela rumah, lalu membuka engsel kunci pintu menggunakan bambu pengait yang tertinggal dari pelaku. Bahkan, pelaku mengambil barang berharga itu dari samping tubuh korban yang baru tertidur.

“Ada bekas congkelan di jendela, kurasa dia (YG) pakai Obeng. Lalu ada 4 bambu pengait milik pelaku yang tertinggal,” beber Lutfi.

Lutfi dengan tegas dan yakin bahwa pelaku pencuri HP Android miliknya disertai tas sandang berisi uang tunai dua juta lebih subuh hari itu adalah YG, pemuda tak memiliki kerjaan tetap yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal korban.

“Iya bang, memang si YG pelakunya. Soalnya pas dia ngambil HP dan tas aku, tubuh YG menyentuh kipas angin didepanku sehingga aku terbangun dan memergokinya,” ungkap Lutfi yang diamini, Joko (23) warga sekitar.

Melihat orang tak diundang masuk ke dalam rumahnya dengan tiba-tiba, membuat Lutfi terkejut. Pelaku (YG) spontan kabur dari rumah itu dan berlari keluar. Lutfi sempat mengejar jauh sambil meneriaki pelaku. Kejar-kejaran itu sempat dilihat beberapa warga sekitar sehingga memastikan kalau terduga pelaku adalah YG.

“Dia (YG) juga malingnya bang. Kemarin dia sama kawannya naik becak yang mencuri dua tiang PLN di Jalan Duku Raya persisnya di samping Posko GPS. Saat itu saya dan relawan GPS juga melihat si YG tapi kami gak kenal temannya,” timpal, Joko dan Iyus.

Saat itu, kenang ketiga warga itu, mereka sempat melapor ke Kepala Desa, namun responnya dianggap kurang baik. “Kami sangat sesalkan pak Kades. Kami juga sudah datangi rumah pelaku, orangtuanya mengaku lepas tangan, tapi sepertinya mereka melindungi YG, soalnya mereka seperti tidak senang karena pemilik rumah selalu mematikan lampu rumahnya kalau kami datang,” tutur warga lagi.

Dengan laporan polisi kesekian kalinya ini, warga berharap agar pelaku pencurian yang marak terjadi di kawasan pinggiran sungai Tembung bisa diberantas. Khususnya yang telah diketahui, agar ditangkap secepatnya.

“Kalau tidak, sangat meresahkan. Pihak kepolisian juga harusnya peduli dengan keluhan warga. Jangan nanti, terjadi main hakim sendiri, itu yang kami khawatirkan,” cetus Lutfi, sembari menunjukan bukti tanda lapor polisi nomor: STTLP/1353/VII/2021/SPKT Percut, dengan terlapor bernama Yugo. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *