Deliserdang, Armadaberita.com – Musyawarah Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sumatera Utara berlangsung dinamis di Aula KONI Sumut, Deliserdang, Jumat siang. Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan pentingnya lari trail tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai pintu masuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Dalam sambutannya, Surya menilai Sumut memiliki lanskap alam berkelas dunia yang sangat cocok menjadi lintasan berbagai event lari trail. Mulai dari Danau Toba, Bukit Lawang, Berastagi, hingga kawasan pegunungan di kabupaten/kota, seluruhnya disebut sebagai aset strategis sport tourism.
“Kita memiliki modal utama yang tidak dimiliki semua daerah. Event lari trail terbukti mampu menghidupkan pariwisata, perhotelan, hingga ekonomi kreatif masyarakat setempat. Ini kolaborasi nyata antara olahraga dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Surya.
Selain menyoroti potensi pariwisata, Surya juga mengapresiasi prestasi atlet ALTI Sumut yang menembus papan atas pada eksibisi PON XXI 2024. Menatap PON XXII 2028 di NTT-NTB, ia meminta pembinaan atlet dilakukan terencana dan berkelanjutan sejak usia dini.
Ketua Umum PP ALTI Bima Arya Sugiarto yang turut hadir menekankan aspek keselamatan di tengah meningkatnya antusiasme publik terhadap lari trail. Ia mengingatkan soal munculnya fenomena pelari demi konten yang kerap kurang memahami medan dan risiko.
“Catatan kami, ada korban meninggal di beberapa event karena kurangnya persiapan. Lari trail itu ekstrem, bisa melintasi gunung dan sungai hingga 100 kilometer lebih tanpa tidur. Maka, penting adanya sosialisasi dan standardisasi kualifikasi prestasi,” ucap Bima.
Ia juga mendorong ALTI Sumut untuk menggandeng seluruh kabupaten/kota agar sport tourism mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah melalui penyelenggaraan kejuaraan trail run.
Sementara itu, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar menegaskan bahwa sejak Desember, ALTI telah resmi menjadi bagian dari KONI Sumut dengan hak dan kewajiban yang sama seperti cabang olahraga lainnya. Ia berharap lari trail dapat dipertandingkan secara resmi pada PON XXII.
Ketua Umum ALTI Sumut Hendry Wahyudi menutup rangkaian Musprov dengan metafora “water station” sebagai momen bagi organisasi untuk menata langkah dan mengisi energi sebelum kembali berlari lebih jauh.
“Kita sedang berada di water station. Kita bersiap untuk berlari kembali menuju puncak. Dengan arahan pusat dan pemerintah daerah, kita pastikan ALTI Sumut tidak tersesat dalam meraih prestasi internasional,” ujarnya.











