JAKARTA, ARMADABERITA.COM – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Ferdinand Tangkudung menegaskan bahwa even Fun Volley Ball yang mempertemukan klub bola voli putri asal Korea Selatan Red Sparks dengan Indonesia All-Star tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.
Dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (19/4), Ferdinand menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, sponsor, dan PP PBVSI yang telah mendukung acara tersebut.
“Sekali lagi, even ini bisa berjalan tanpa ada sedikitpun anggaran dari pemerintah artinya dari ticketing dan sponsorship,” kata Ferdinand.
Dengan dukungan dari sponsor seperti PLN, BNI, My Pertamina, Nippon Paint, Yamaha, EJ Sport, dan Luwak White Coffee, acara tersebut dapat berlangsung lancar hingga selesai pertandingan. Ferdinand juga menyampaikan rasa syukurnya karena persiapan Fun Volley Ball berjalan lancar hingga H-1 jadwal pertandingan.
“Kami bersyukur hingga H-1 ini semua berjalan lancar. Untuk tiket seluruhnya hampir 13 ribu hingga saat ini sudah mencapai 11,500 lembar. Rencananya besok pagi akan kita tutup,” ujarnya.
Sementara itu, Wasekjen PP PBVSI Gilang Iskandar mengapresiasi Kemenpora dan LPDUK Kemenpora atas terselenggaranya Fun Volley Ball Red Sparks vs Indonesia All-Star.
“Kita dari PBVSI mensupport dari perlengkapan pertandingan dan juga semua kebutuhan pertandingan baik peralatan dan SDM nya. Meski sifatnya ekshibisi tapi tetap saja antusiasme dari pecinta voli Indonesia tinggi sekali,” ungkapnya.
Iskandar juga menyatakan keyakinannya bahwa even ini akan berdampak baik ketika Pro Liga dimulai, serta menyampaikan rasa terima kasih kepada klub-klub yang telah memberikan izin kepada pemain-pemain terbaiknya untuk menjadi bagian dari tim Indonesia All-Star. (Dedy Hutajulu)











