Tertunduk lesu dengan mata yang sayu
Meratap pilu, lara di dalam kalbu
Terasa perih seperti teriris sembilu
Saat engkau memandang, seakan kami tak berilmu
Apakah engkau lupa punya seorang ibu
Seorang perempuan kuat tempatmu mengadu
Apakah engkau juga lupa ada istri yang setia menantimu
Seorang perempuan hebat tempatmu berlabuh
Lepaskanlah belenggu kami
Biarkan kami ikut mendaki
Mendampingimu meraih mimpi
Menemanimu menatap mentari
Kami Perempuan Kartini Masa Kini
Kami Perempuan yang bisa berdikari
Merajut asa bagi ibu pertiwi
Memberi bakti untuk anak negeri











