NEWS  

Warga Belawan Manfaatkan Sampah Buat Sekolahkan Anak

Share

Medan, Armadaberita.Com

Sampah memang kotor, namun jika dimanfaatkan sangat bernilai. Selain bisa membantu ekonomi dari pemanfaatannya, daur ulang sampah juga membantu kebersihan.

Seperti yang dilakoni dua ibu rumah tangga di Medan Belawan. Mereka tak jijik memanfaatkannya untuk membiayai sekolah anak-anak mereka. Kedua orang tersebut adalah Lely (42) dan Irmadani (40), penduduk kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan.

“Dari sampahlah bisa kusekolahkan anak-anakku,” kata Lely, saat memberi testimoni pada acara penandatanganan kerjasama (MoU) terkait Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Bank Sampah Berkah antara Yayasan Gugah Nurani Indonesia dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas dan Pemerintah Kelurahan Belawan 2 di aula kantor Lurah Belawan 2, Medan, Jum’at (7/5/2021).

Lely dan Irmadani cerita kalau keseharian mereka mengumpulkan banyak sampah di rumah serta sampah-sampah dari tetangganya. Apalagi di kawasan tempat tinggal merek terkenai air pasang laut Belawan. Sampah-sampah yang mengalir mereka kutip dengan semangat. Sampah-sampah itu kemudian mereka antarkan ke Bank Sampah untuk ditukarkan menjadi duit dalam bentuk saldo di buku rekening.

“Sampah-sampah itu kami pilah untuk kami tabung. Makin banyak sampah, makin banyak duit kami. Semogalah Bank Sampah ini tidak berakhir. Karena sampah sangat berarti bagi kami,” tutur Lely.

Kedua wanita yang bisa diketegorikan penyelamat lingkungan ini pun mampu memproleh hasil dari sampah. Sampah yang mereka olah dan bernilai menjadi rupiah dapat membantu anak-anak mereka sekolah hingga membantu ekonomi keluarga.

“Selain membayar uang sekolah, tabungan dari bank sampah juga dipaka untuk kebutuhan sehari-hari, seperti biaya berobat dan bayar sewa rumah,” timpal Irmadani yang mengaku baru saja mencairkan tabungannya senilai lima ratusan ribu untuk menyambut lebaran Idul Fitri.

Data dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan menyebut produksi sampah di Kota Medan mencapai 2.000 ton per hari. Dengan estimasi jumlah penduduk 2,3 juta jiwa, diperkirakan satu warga menghasilkan antara 0,7 – 0,9 kilogram sampah per hari di Medan.

“Dari sisi lingkungan sampah sebanyak itu jelas menjadi sumber masalah kesehatan. Namun, hadirnya Bank Sampah telah menolong ekonomi masyarakat. Sampah bisa disulap jadi uang,” jelas Project Manajer Gugah Nurani Indonesia (GNI) Medan Deliserdang Anwar Situmorang.

Tidak hanya soal kebersihan dan membantu ekonomi warga, kontribusi Bank Sampah, kata Anwar juga nyata dalam upaya penyelamatan masa depan anak. Bank Sampah Berkah mendonasikan 10 persen keuntungannya untuk anak putus sekolah. Program ini sudah berjalan sejak 2020. Dari 400 nasabahnya, Bank Sampah Berkah menampung sekitar 1 sampai 1,5 ton sampah siap daur ulang setiap bulan. Dan 10 persen dari laba penjuala dialokasikan menolong anak-anak putus sekolah.

“Memang angkanya kecil, tetapi ini soal partisipasi masyarakat. Masyarakat yang menabung, masyarakat juga yang menolong anak putus sekolah. Karena itulah, kerjasama hari ini penting sekali,” imbuh Anwar.

Lim Tjiu Han perwakilan Tzu Chi Cabang Sinar Mas mengatakan, pihaknya mau kerja sama dengan GNI karena didasari prinsip dan motivasi yang selaras yakni penyelamatan lingkungan. “Alasan kami mendukung dan bekerjasama dengan GNI karena apa yang dilakukan oleh Bank Sampah Berkah ini adalah untuk pelestarian lingkungan. Salah satu visi misi Budha Tzu Chi adalah pelestarian lingkungan. Karena maksud dan tujuannya itu selaras, makanya kami mau bekerjasama,” terangnya.

Lurah Belawan 2 Yose Ferry, S. Sos, juga menyatakan dukungannya. Ia menjelaskan jika saat ini Pemko Medan mencanangkan gerakan kebersihan dari sampah. Dan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, jelas Yose Ferry, baru-baru telah mendengar masukan-masukan dari sejumlah Bank Sampah.

“Intinya Pemko Medan menekankan bagaimana meningkatkan kebersihan. Kami dari pemerintahan kelurahan Belawan 2, mendukung apa yang dilakukan Bank Sampah Berkah ini,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *