NEWS  

Resmob Polrestabes Medan Ungkap Dua Pelaku Penggelapan 23 Sepeda Motor

Barang bukti sepeda motor diduga hasil tipu gelap yang diamankan polisi. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus dua pelaku penadah (penggelapan) sepeda motor inisial SMN dan SIH warga Jalan Sagu 12 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Tersangka kami tangkap setelah kami mendapat laporan dari korban AAP,  warga Huta IV Desa Sukorejo Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Simalungun,” kata Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Eko Sanjaya SH.MH mewakili Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto, Selasa (10/6/2025).

Menurutnya, peristiwa penggelapan yang dilakukan tersangka SMN dan dilakukan pada Minggu (18/5). Tim Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwasanya pelaku penadah memosting sepeda motor hasil curian melalui Market Place. Dari informasi itu, personel bersama dengan korban melakukan Under Cover Buy dan ditemukan di lapangan yakni di Jalan Cengkeh no. 24 A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

“Bahwa sepeda motor yang dijualkan oleh penadah Afdi sesuai dengan identitas unit sepeda motor milik korban. Selanjutnya pelaku dan penadah beserta barang buktinya diamankan,” terang Eko.

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan Tindak Pidana penadah terhadap 1 unit R2 HONDA CBR 150R dengan plat kendaraan B 4243 FFU Tahun 2016, warna merah hitam.

Terungkap lah pelaku menerima gadaian sepeda motor dari pelaku tipu gelap inisial SG (DPO) pada hari senin tanggal 19 mei 2025 di Jalan Cengkeh Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan dan pada hari selasa 03 Juni 2025.

“SNN terakhir kali mengingatkan pelaku SG untuk menebus sepeda motor yang digadaikan oleh SG namun tidak di tepati sesuai janji, lalu SMN menjualkan sepeda motor tersebut melalui market Place,” ungkapnya.

Dari kasus ini, Tim Resmob Polrestabes Medan berhasil menyita 23 kendaraan bermotor berbagai merek sebagai barang bukti.

“Berdasarkan kejadian ini, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor sesuai pasal 378 KUHPidana dan atau Psl 372 KUHpidana dan atau psl 480 KUHPidana dengan ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara,” tegas Eko Sanjaya. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *