NEWS  

Puluhan Massa GM PEKAT-IB Unjuk Rasa Minta Pecat 2 Oknum ASN Disdik Asahan yang Berbuat Mesum

Share

Asahan, ArmadaBerita.Com

Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kabupaten Asahan mendesak Bupati Asahan agar segera memecat 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) yang berbuat mesum di dalam mobil karena sudah mencoreng dunia pendidikan pada kamis (4/6/2020) lalu di lokasi Jalan Pabrik Benang, Kota Kisaran.

Menuntut hal itu, puluhan massa dari organisasi kepemudaan yang tergabung dalam GM PEKAT-IB Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa damai di kantor Dinas Pendidikan, Kantor Inspektorat, kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan kantor Bupati Asahan. Kamis (16/7/2020).

Koordinator aksi, Seto Lubis mengatakan bahwa perbuatan amoral yang dilakukan kedua oknum ASN berinisial Zul dan H itu sangat mencoreng marwah ASN dan Visi Misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.

“Kami masih melihat keduanya masih aktif bekerja di dunia pendidikan Kabupaten Asahan, tentu hal itu sangat mengecewakan hati masyarakat dan diduga Pemkab Asahan seolah-olah melindungi persoalan amoral yang ada di tanah Rambate Rata Raya ini,” teriak Seto dalam aksinya.

Seto juga menyebutkan bahwa kedua ASN tersebut telah dilaporkan secara hukum ke pihak Kepolisian Resort (POLRES) Asahan, dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam hal tindak pidana barang siapa sengaja merusak kesopanan dimuka umum, dan barang siapa seorang pria yang telah kawin melakukan zinah, dengan nomor B/354/VII/2020/Reskrim pada tanggal 7 Juli 2020.

Atas dasar itulah massa menyebut, keduanya sangat tidak layak menyandang Status ASN di Kabupaten Asahan, sesuai dengan ketentuan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang termaktub pada Pasal 88 Ayat 1 Huruf C bahwa PNS diberhentikan sementara apabila ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Para pendemo juga menilai, hal amoral yang dilakukan kedua ASN tersebut telah melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS pada pasal 10 ayat 4 yang menyatakan Hukuman Disiplin Berat sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat 4.

Dalam pasal tersebut, ungkap Seto, seharusnya keduanya dijatuhkan pelanggaran terhadap kewajiban untuk menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud juga dalam pasal 3 angka 6, apabila berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara.

“Keduanya merupakan perbuatan dengan kategori jenis hukuman disiplin berat dan sanksinya adalah pemberhentian secara tidak hormat sebagai ASN,” ungkap Seto.

Lanjut, Seto menyebutkan mereka tidak menginginkan mental dari anak dan generasi yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Asahan rusak, akibat perbuatan yang memalukan tersebut. Mereka memgaku tidak menginginkan laknat dan azab dari Tuhan Yang Maha Esa akibat perbuatan tersebut.

Para pengunjuk rasa juga mendesak Bupati Asahan untuk segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan karena dianggap tidak berkompeten dalam melaksanakan tugasnya.

Selain itu, diduga Kadis Pendidikan dengan sengaja melindungi dan memfungsikan kedua ASN yang mencoreng nama baik Kabupaten Asahan.

“Kami meminta Bupati Asahan untuk tidak melindungi kedua oknum ASN tersebut, dan segera memberikan perintah kepada jajaran yang berwenang agar memberhentikan keduanya dari ASN karena dinilai telah melanggar UU serta mencoreng marwah ASN dan visi Kabupaten Asahan. Kami harap Pemkab Asahan mengingat azab dari Tuhan Yang Maha Esa,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Asahan, Ruslan saat menanggapi aksi massa mengatakan pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada Bupati Asahan agar keduanya diberikan sanksi disiplin tingkat berat sesuai dengan ketentuan PP Nomor 53 Tahun 2010.

“Kami telah memberikan rekomendasi untuk diberikan tindakan sanksi kepada kedua ASN tersebut,” sebut Ruslan.

Pantauan awak media disela-sela orasinya di kantor Bupati, sempat terjadi aksi dorong antara massa dengan petugas Sat Pol PP Pemkab Asahan. Sebab, tak ada satu pun pejabat yang menemui mereka. Namun, aksi itu berhasil diredam.

Selanjutnya massa akan melakukan aksi kembali apa bila Pemkab Asahan tidak peduli dengan masa depan anak-anak bangsa atas dicorengnya dunia pendidikan oleh 2 oknum ASN tidak bertanggungjawab. (Fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *