NEWS  

Mahasiswa Al-Washliyah Kecam Pernyataan Ferdinan Hutahaean

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Massa dari Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Al-Washliyah Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan, Senin (31/7/2023).

Kedatangan para demonstrasi ini mengecam dan bentuk protes soal pernyataan Ferdinan Hutahaean yang sempat viral karena berkomentar pedas menanggapi statement Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi sebelumnya mengatakan, fenomena begal yang terjadi di wilayah Sumut belakangan ini hanya sebuah kenakalan dan tidak boleh dipolitisir.

Pria yang merupakan kelahiran tanah Sumut itu merasa terhina dengan pernyataan Edy Rahmayadi.

“Sebagai orang yang lahir dan besar di Sumut, saya merasa terhina ada Gubernur Sumut sebodoh ini,” ujar Ferdinand dalam keterangannya beberapa hari lalu.

Massa pendemo lantas merasa tak senang dengan pernyataan ketus dari politikus partai PDIP tersebut.

“Kami mengecam pernyataan yang disampaikan oleh Ferdinan Hutahaean di vidio yang diunggah di akun media sosial yang menyebar luas ke seluruh masyarakat terkhusus masyarakat Sumatera Utara yang tidak berdasar sama sekali,” kata koordinator aksi Kamaludin Siregar.

Para pendemo lalu menyuarakan kalau sepenuhnya mereka mendukung kebijakan Edy Rahmayadi terkait menumpas kejahatan begal yang terjadi di wilayah Sumatera Utara.

“Kami mendukung kebijakan-kebijakan Ayahanda Edy Rahmayadi terkait masalah menumpas kejahatan begal, yang terjadi di wilayah Sumut terkhusus Kota Medan, serta program pemerintah Sumatera Utara terkhusus yang berkaitan dengan pendidikan pelajar dan mahasiswa Sumut,” tegasnya.

Aksi seratusan massa ini berjalan kondusif karena terus mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian Polrestabes Medan. “Aksi massa ini berjalan aman dan kondusif,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.

Dirinya menambahkan, setiap personil pengamanan berkewajiban untuk menghormati HAM dari setiap orang yang melakukan aksi unjuk rasa. Melayani dan mengamankan pengunjung rasa sesuai dengan ketentuan. “Setiap pergerakan pasukan selalu dalam ikatan satuan dan bentuk formasi sesuai ketentuan. Setelah usai, masa aksi membubarka,” tandasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *