Percut, ArmadaBerita.Com
Meski pemerintah gencar melakukan himbauan kepada masyarakat untuk berada di rumah ditengah wabah virus Corona, namun keberadaan pelaku begal “modus tabrak adik” bisa bebas berkeliaran di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan.
Kali ini, yang jadi korbannya adalah, Mursal (25) warga asal Aceh Sigli yang menetap di Jalan Rajawali, Medan Sunggal, pada Jum’at (10/4/2020) sekira pukul 20.00 WIB, di depan SPBU Jalan Perhubungan, Desa Laud Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Pria yang bekerja sebagai karyawan warkop (warung kopi) Aceh di kawasan Sunggal itu, tak berdaya ketika dua pria dengan ciri salah satunya bertubuh sedang, gempal dan salah satu lagi tinggi dengan logat suku batak, menuduhnya telah menabrak salah satu adik mereka.
“Saat itu aku mau jemput abang ipar ke kawasan Kampung Kolam, Desa Bandar Klippa, lalu di SPBU Laud dendang, Jalan Perhubungan, Kecamatan Percut Sei Tuan, dua orang menghampiri ku,” terang korban saat akan membuat laporan polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (11/4/2020) siang.
Setelah sepeda motor Honda Beat Streat BK 4779 AIK warna hitam yang dikendarai korban dipepet, terang Mursal, dua pelaku itu langsung menuduhnya telah menabrak adik dari salah satu pelaku. Dengan alasan, kini adik pelaku terbaring di rumahnya yang tak jauh dari SPBU di Jalan Perhubungan, Desa Laud Dendang itu.
Karena merasa tak melakukan, korban menyangkal tuduhan itu. Namun untuk memperdaya korban, cara lain dilakukan pelaku.
“Ya sudah, ayok kita lihat adikku ke rumah, gak jauh dari sini. Serahkan dompet dan HPmu kami pegang supaya kau gak kemana-mana,” kata salah seorang pelaku seperti yang ditirukan korban kala menunggu personil TL (Tugas Luar) Polsek Percut untuk melakukan cek TKP.
Selanjutnya, sambung korban yang ditemani abang iparnya itu, kedua pelaku yang berboncengan naik motor Honda Beat juga, mengarahkan korban ke sebuah gang tak jauh dari lokasi SPBU. Selanjutnya korban mengaku diajak singgah disebuah warung yang letaknya dibawah jembatan sungai Laud Dendang.
Di kedai atau warung itu, kunci sepeda motor, HP Android, serta dompet korban yang tadinya diambil pelaku diletakkan di atas meja. Selanjutnya korban diajak ke sebuah gang kecil untuk melihat korban seseorang yang diakui jadi korban tabrakan.
“Saya diajak salah satu pelaku berboncengan naik motor dia. Tapi pas di sebuah gang, saya diturunkan, katanya disuruh nunggu disitu. Sementara satu lagi pelakunya menunggu di warung tadi dengan alasan menjaga sepeda motor dan barang-barang saya,” beber korban.
Namun beberapa jam menunggu, pelaku tak kunjung datang. Sehingga korban kembali ke kedai atau warung semula.
“Pas aku balik ke warung, pelaku yang tadi menunggu disitu juga sudah gak ada. Sepeda motor dan HP serta dompetku juga sudah dibawanya pergi. Mereka begal dari awal sudah memaksa dan menakutiku sampai tujuannya berhasil mengambil barang-barang ku,” sebut, Mursal sedih.
Dihari itu, korban dan abang iparnya berharap agar pelaku bisa ditangkap Polsek Percut Sei Tuan.
“Takutnya, kendaraan kami itu dibuat untuk kejahatan dan diperjual belikan,” timpal abang ipar korban.
“Ayook pak, disitu udah ada TL (tugas luar) biar cepat diperiksa,” tegur, salah seorang petugas kepolisian Polsek Percut Sei Tuan kepada korban dan keluarganya. (Nst)











