NEWS  

Dikonfirmasi Terkait Tanggung Jawab Kecelakaan, Kasi Angkutan Dishub Kirim Caption Tertawa

Share

Siantar, ArmadaBerita.Com

T Lumbangaol atau TL, Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, kelihatan sangat sepele dengan permasalahan yang dialaminya.

Hal itu terbukti setelah wartawan melakukan konfirmasi. TL mengirim pesan dengan caption tertawa, seraya menjelaskan barang bukti dari peristiwa tabrakan sudah berada di Polsek.

“Kan sdh di polsek barang bukti semua bg.. dan mereka yang melaporkan,” jawab TL dan membuat caption tertawa, Jumat (25/2/2023) malam pukul 21.00 WIB.

Ketika disinggung kenapa lepas dari pertanggungjawaban? TL pun mengaku dirinya saat itu sakit hati pasca hadir di Rumah Sakit Vita Insani.

“Tanya lagilah dia gimna anak ibu anggota DPRD itu menyambut aku dan Istriku di RS Vita Insani kamar 362 ok, ijin ya. Anak ibu RINI SILALAHI, disana kawan prayoga (Korban) bg. Katanya pacarnya, dia yg sewot,” kata TL.

TL juga mengatakan, untuk saat ini, kasus tersebut sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak Unit Laka Satlantas Polres Siantar. “Kan polsek sdh bekerja bg.. mari kita hormati ok,” tutupnya mengakhiri.

Sementara, Julham Situmorang selalu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pematangsiantar yang dihubungi wartawan menyatakan, bahwa cerita dari korban dianggap mutar balikkan fakta.

“Putar balek Fakta Ini. Malam nya anggota yg Bawak ke Klinik…Tohom mengamankan Speda motor Penabrak… Jadi Sepihak beritanya,” beberapa Julham, Sabtu (25/2/2023) siang pukul 12.58 WIB.

“Tohom besoknya ke Medan…tadi sudah ke Rumah Sakit. Terbalek pakta… Yg nabrak mbl kita yg punya speda motor… Malamnya Langsung anggota yg bawa ke Klinik… Tohom Yg amankan Speda motornya,” tambah Julham menerangkan.

Masih kata Julham, usai kejadian, TL ada tugas ke Kota Medan. Ketika balik dari Medan, Tohom dikatakan langsung ke rumah sakit membesuk korban.

“Sebenarnya sudah di tangani Polisi. Kita juga sudah Upaya Jumpai keluarga nya. Jadi bukan itu sbenarnya ceritanya. Di balekkan pakta. Ada Vidio Speda motor yg menabrak Mobil Dishub,” cetus Julham yang menerima informasi soal kasus itu dari anggotanya.

Saat ditanya lagi, jika Polisi menetapkan TL sebagai penabrak, apakah akan ada sanksi tegas? berhubung mobil yang dipakai TL merupakan mobil Dinas?

Julham Situmorang mengaku, dirinya akan tetap menunggu tindakan dari Kabag Hukum dan pihak Inspektorat. “Nanti kita lihat ya…kan masih ada Kabag Hukum dan Inspektorat kami…Yg Menangani ASN,” ucap Julham sambil mengatakan, TL masih Trauma lantaran kejadian itu seperti tiba-tiba.

Bayu Prayoga, yang dikonfirmasi ulang wartawan terkait tuduhan Julham Situmorang, bahwa TL sebagai penabrak tidaklah benar juga membantah.

“Yg di bilang dia (Julham Situmorang) itu hanya membenarkan diri saja. Jadi, kalau misalnya saat itu tidak ada kaitannya sama ibu Rini, apa kami di biarkan aja? Ini kemanusiaan loh,” jawab Bayu.

Bayu ngotot kalau dirinya saat itu hanya ditolong oleh warga yang juga masih tetangga di kampungnya di Si batu-batu Blok ll, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Yang bawa aku ke klinik dan rumah sakit bukan dari pihak Dinas perhubungan, tapi tetangga ku sendiri, karena lewat. Tohom tidak ada ngangkat aku. Malah, di biarkan aku di tanah itu, padahal aku uda minta tolong di bawakan kerumah sakit, tapi dia malah nelfon terus. Banyak saksi mata disini yg bisa di mintai keterangan,” tegas Bayu, berharap Satlantas Polres Siantar dapat menyelesaikan kasusnya.

Sampai berita ini dikirimkan kemeja Redaksi, Kanit Laka Polres Siantar IPDS Syawal Nasution belum berhasil dikonfirmasi wartawan. Bahkan, pesan whatsapp yang dilayangkan juga belum dibalasnya.

Sebelumnya, kaki Bayu Prayoga, warga Jalan Sibatu-batu Blok ll, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, harus dioperasi usai ditabrak mobil Dinas Perhubungan (Dishub).

Pihak keluarga Bayu pun mencari keadilan karena sampai saat ini tidak mendapatkan perhatian dari pelaku penabrak. Yakni, TL sebagai Kasih Angkutan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar.

“Adik saya ditabrak Mobil Dishub dan sudah dua hari berlalu tapi tidak ada etika baik dari pak Tohom. Padahal kaki adik saya sampai di operasi,” katanya, Jumat (24/2/2023) malam sekira pukul 18.56 WIB.

Bunga menceritakan, saat itu adiknya Bayu mengalami kecelakaan didepan Kantor Dishub, Jalan Sisimangaraja, Rabu (22/2/2023) malam sekira jam 19.30 WIB, saat mengendarai sepeda motor Vario.

Pasca kejadian, Tohom sebagai penabrak tidak keluar dari dalam mobil. Termasuk tidak memberikan pertolongan kepada Bayu (korban-red) yang saat itu sudah kritis karena ditabrak mobil dinas.

Bahkan kata Bunga, usai menabrak, Tohom diketahui minum tuak didekat parkiran. Tepatnya di belakang kantor Dishub Jalan Sisimangaraja bersama rekan-rekan kerjanya sesama Dishub.

“Tidak ada ditolong, malah adik saya ditolong sama orang lain, mereka tetangga kami. Itupun pas siap tabrakan, kami lihat bapak itu minum tuak sama kawan-kawannya,” bebernya menambahkan. (Hay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *