Medan, ArmadaBerita.Com
Sebanyak enam orang tahanan narkoba di BNNP Sumut, kabur dari jeruji besi BNNP Sumut, Jalan Williem Iskandar, Pasar V Timur, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Minggu (16/5/2021) dini hari, sekira pukul 00.29 WIB.
Kaburnya para tahanan diduga setelah berhasil mengelabui petugas jaga dengan berpura-pura meminta air minum lalu menyiram petugas jaga menggunakan air cabai. Soal kaburnya ke enam tahanan tersebut diakui Kepala BNNP Sumut, Brigjen Atril.
Sementara itu, Kabid Brantas BNNP Sumut, Kombes Pol Simpana Sitepu menjelaskan, keenam tahanan narkoba yang kabur dari sel adalah; Marzuki Ahmad alias Tengku, Rahmat Hidayatullah alias Mhd Isbandi, Muhamad Junaidi, Irwanda, Zulfikar, dan Salim Saragih.
“Dari enam orang yang kabur, satu orang berhasil kita amankan kembali,” kata Simpana Sitepu, Senin (17/5/2021) siang.
Secara rinci, Simpana menjelaskan bahwa kaburnya keenam tahanan itu berasal dari tahanan laki-laki di Blok B kamar 01. Para tahanan diduga mengelabui petugas jaga dengan berteiak minta air minum.
Begitu petugas jaga datang dan memasukkan air galon ke dalam sel, disaat itulah para tahanan dengan tiba-tiba menyiramkan air cabai ke wajah petugas jaga, hingga mengenai matanya.
“Disaat itu para tahanan mendorong dan memukul petugas. Petugas sempat melawan dan menguasai pintu sel Blok B agar tahanan tak melarikan diri, namun petugas jaga kembali dipukul dan dipegangi, serta ditarik ke lorong sel,” ungkapnya.
Hal itu menyebabkan ke enam tahanan leluasa keluar dari jeruji besi dan langsung kabur ke halaman kantor BNNP Sumut. Petugas piket yang mengetahui kejadian itu berupaya mengejar dan berhasil meringkus seorang diantaranya.
“Satu orang yang mencoba melarikan diri atas nama, Salim Saragih berhasil ditangkap kembali tidak jauh dari kantor BNNP Sumut, yakni di seputaran Jalan Balai Pom,” terangnya.
Saat ini petugas BNNP Sumut mengaku masih melakukan pencaharian dan pengeharan terhadap para tahanan yang kabur tersebut.
Ketika ditanya apakah para tahanan yang kabur merupakan bandar narkoba antar kota dan provinsi, Kabid Pemberantasan BNNP Sumut menyatakan bahwa mereka yang kabur adalah sebagai pengendali dan kurir.
“Tidak pak. Rata-rata sebagai pengendali dan kurir (orang yang membawa Narkotika),” jelas Simpana Sitepu. (ASN)











