Medan, Armadaberita.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa seorang anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun ditemukan tewas tergantung di sebuah dahan pohon cengkeh pada Kamis (29/1) pekan lalu. Polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan di lokasi kejadian yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Menanggapi kejadian ini, Sutarto yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, menekankan pentingnya peningkatan kepedulian sosial antarwarga. Ia berharap insiden serupa tidak terjadi lagi.
“Memang masih diselidiki apa penyebab korban bunuh diri, akan tetapi bila benar karena tak mampu membeli buku dan pena, ini tamparan keras bagi kita semua. Ini menegaskan bahwa ada yang perlu dievaluasi terkait pranata sosial kita,” kata Sutarto, Jumat (6/2/2026).
Sutarto menilai, peristiwa itu menjadi tamparan bagi dunia pendidikan. Di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah, masih terdapat kemiskinan ekstrem yang menjadi perhatian serius.
Ia juga menyoroti belum optimalnya implementasi sistem pendidikan dan bantuan sosial yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sutarto, persoalan ekonomi yang menghambat akses pendidikan dasar tidak boleh terjadi lagi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu.
“Persoalan ekonomi yang mendesak dihadapkan dengan kebutuhan pendidikan dasar seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, khususnya bagi masyarakat kecil,” katanya.
Sutarto menegaskan, amanat Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menegaskan pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hak ini memastikan semua lapisan masyarakat, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak atas pendidikan yang layak dan merata demi peningkatan kualitas hidup,” imbuhnya.
Selain itu, Sutarto menekankan pentingnya sekolah sebagai ruang aman bagi anak untuk belajar, bukan ruang yang menimbulkan tekanan akibat masalah biaya.
“Pendidikan bagi seluruh anak bangsa telah dijamin konstitusi. Ini tanggung jawab bersama dan cita-cita founding father bangsa ini,” pungkasnya.











