MEDAN, ARMADABERITA.COM – Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Dr. Agustinus Panjaitan, dalam apel perdana tahun 2025, Senin (1/1/2025), meminta seluruh personel bersiap menghadapi puncak arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang diperkirakan terjadi minggu ini. Berdasarkan data Posko Induk Monitoring Dishub Sumut, terjadi peningkatan signifikan pada pergerakan penumpang dan kendaraan selama masa liburan Nataru 2024/2025.
Moda Transportasi yang Mendominasi
- Udara: 363.506 penumpang (+11,79%) dari total 2.613 penerbangan.
Puncak: H-3 Natal dengan 26.384 penumpang, dan H+4 Tahun Baru dengan 25.304 penumpang. - Jalan (Bus): 58.756 penumpang (-22,64%) dari 4.541 bus.
Puncak: H-4 Natal dengan 5.909 penumpang, dan H+3 Tahun Baru dengan 5.494 penumpang. - Kereta Api: 22.962 penumpang (+31,78%).
Puncak: H-3 Natal dengan 21.727 penumpang, dan H+4 Tahun Baru dengan 22.813 penumpang. - Laut: 18.533 penumpang dari 9 kunjungan kapal.
Puncak: H-4 Natal dengan 5.726 penumpang, dan H+2 Tahun Baru dengan 3.545 penumpang.
Pergerakan Penyeberangan Meningkat Tajam
- Sibolga-Nias: 27.333 penumpang (+132,43%), dengan 1.457 kendaraan roda dua (+154,01%) dan 1.637 kendaraan roda empat (+19,36%).
- Kawasan Danau Toba: Total 146.341 penumpang, dengan 4.163 kendaraan roda dua dan 29.513 kendaraan roda empat dari 1.830 kunjungan kapal.
Puncak pergerakan penyeberangan terjadi di H-2 Natal untuk Danau Toba dan H-3 Natal untuk Sibolga-Nias.
Volume Kendaraan Tol Sumut
Tol Belmera mencatat total 2,31 juta kendaraan, sementara ruas tol lainnya, seperti Medan-Binjai, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Sinaksak, dan Indrapura-Kisaran, juga mencatat pergerakan tinggi dengan puncak pergerakan di H-3 hingga H+4.
Arahan Kadishub
Dr. Agustinus menegaskan pentingnya kesiapan di titik-titik strategis seperti kawasan wisata Danau Toba dan jalur penyeberangan Sibolga-Nias. “Pengaturan lalu lintas harus optimal untuk memastikan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Koordinasi lintas instansi adalah kunci kelancaran,” ujarnya.
Dishub Sumut akan terus memantau dan memastikan kelancaran transportasi selama puncak arus balik Nataru, menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di Sumatera Utara. (*)











