Dua Pelaku Pembunuh Nasib di Lahan Garapan Desa Saintis Ditangkap

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Dua pelaku penganiayaan berujung pembunuhan yang menimpa, Alm. Nasib Supriadi (53) warga Jalan Sopoyono, Lahan Garapan, Desa Saintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya diamankan petugas Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Medan.

Kedua pelaku yang diamankan yakni; Yudha Warisdiyanto alias Bogel (50) warga Jalan Siliwangi, Desa Cinta Rakyat, Dusun V, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan Sugianto (49) warga Dusun 17 Tambak Bayan, Desa Seintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Diamankannya kedua pelaku dibenarkan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (21/2/2020) siang.

“Benar, kedua pelaku Yudha Warisdiyanto alias Bogel dan Sugianto sudah kita amankan. Bentrokan merupakan sesama anggota OKP dari IPK,” katanya.

Kepada wartawan, AKBP Maringan menjelaskan, penangkapan tersangka juga didasari laporan anak kandung korban, Ridho Alfrian Tito (24) yang tertuang dalam LP / 360 / II / 2020 / SPKT Percut tanggal 12 Februari 2020.

Dirinya juga mengaku masih ada nama-nama lain yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini pihak nya mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku yang telah diamankan.

“Kedua pelaku dipersangkakan dalam pasal 170 Yo 351ayat 3 KUHPidana,” sebut Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Dimana kejadian menimpa korban terjadi di lahan garapan, tak jauh dari rumah korban di Jalan Sopoyano, Lahan Garapan, Pasar 10, Desa Saintis Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabuoaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (12/2/2020) sekira pukul 13.00 WIB.

Siang itu, korban dan anak tunggalnya, Ridho Alfrian Tito sedang berada di lokasi lahannya. Keduanya lantas melihat, rombongan Bogel dan Sugiono menanami pisang di lokasi lahan mereka.

Melihat itu, korban dan anaknya mendatangi pelaku guna mempertanyakan hal itu. Namun rupanya, teguran korban membuat pelaku terpancing emosi hingga kedua belah pihak terlibat cekcok.

Di saat itulah, Bogel dan para temannya mengarahkan busur dan anak panahnya ke arah korban. Akibat serangan mendadak itu, korban terkena anak panah menancap di dadanya. Sementara anak panah lainnya menyerempet di salah satu lengan, Ridho Alfrian Tito.

Melihat ayahnya berlumuran darah sambil memegangi dada kanannya yang masih tertancam anak panah, Ridho Alfrian Tito dan beberapa warga disana berusaha menolong korban dan membawanya ke klinik di Desa Kolam, dari situ, korban dirujuk ke RS Mitra Medika di Tembung, lalu kembali diarahkan ke RS Pringadi Medan.

“Kemudian karena alasannya kelengkapan peralatan, ayah saya dibawa ke RS Adam Malik Medan. Kamis (13/2) pagi sekitar jam 10, ayah saya meninggal,” ungkap sedih, Ridho Alfrian Tito, kepada wartawan.

Menurut Ridho, pasca kejadian yang merenggut nyawa ayahnya termaksud melukai dirinya, dirasa sangat membuatnya terus trauma dan dihantui rasa ketakutan. Sebab, beberapa orang pelaku yang melakukan penyerangan dikenalnya dan sampai sekarang beberapa diantaranya belum tertangkap.

“Pas kejadian itu saya juga di lokasi. Saya melihat mereka menyerang dengan panah. Salah satu panah yang ditembakkan menancap di dada ayah saya dan saya juga terluka di lengan,” bebernya.

Untuk itu, ia bermohon kepada pihak berwajib baik dari Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan, dan Polda Sumut, agar dapat mengungkap dan menupas seluruh pelaku, termaksud aktor dibalik penyerangan yang diduga ada indikasi penyerobotan lahan yang dikelola korban.

“Sampai saat ini saya masih trauma dan dihantui rasa ketakutan. Soalnya yang buat laporan juga atas nama saya sendiri, jadi mereka yang tidak senang bisa saja mengejar. Dan saya juga beberapa kali ditelfon dari nomor yang tak ada namanya di HP saya, kan bisa saja yang menelfon bagian dari mereka,” harapnya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *