Medan, ArmadaBerita.Com
Berita duka menyelimuti insan pers kota Medan, begitu mendengar kabar berpulangnya, Henri Sianturi. Untuk kalangan wartawan Kota Medan, bahkan di penjuru Sumut, siapa yang tak kenal Almarhum Henri Sianturi. Ia dikenal doyan senyum, ceria, ramah, hingga kepada wartawan muda maupun lainnya.
Kesemua itu melekat pada dirinya. Tak hayal kalangan wartawan baik yang muda maupun senior seperti almarhum dijadikannya sosok panutan.
Berita duka diterima wartawan langsung disampaikan sang adik, Arnold Sianturi yang juga wartawan senior di Medan pada, Jum’at (20/8/2021) pagi.
“Telah Berpulang ke Rumah Bapa di Surga abang kami, Henri Sianturi Produser MNC TV. Tutup usia 52 tahun. Rumah Duka di Jalan Garu 3 No 120, Kecamatan Medan Amplas,” katanya melalui pesan group Pewarta Polrestabes Medan sekira pukul 05.00 pagi tadi.
Melihat itu, hampir sebagian besar dari 100-an lebih penghuni group itu yang berisi para wartawan/jurnalis hingga pejabat kepolisian tertegun dan menyampaikan duka mendalam.
“Ya Tuhan, sakit apa ngab. Turut berduka cita sedalam-dalamnya ya ngab,” tulis Wieko Sapta, salah seorang jurnalis senior.
“Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya Bang, Secara Pribadi Saya Sangat Kehilangan Sosok Pembimbing yang Sangat Saya Banggakan,” sambung Novian, wartawan di jajaran Sumut.
“Makasih banyak buat seluruh saudaraku. Uda gak ada lagi abangku yg selalu suka bercanda² samaku..” balas Arnold, adik almarhum yang terlihat akan kesedihannya.
Berbondong-bondong kalangan jurnalis dan wartawan datang ke rumah duka. Sosok panutan itu terlihat sudah terbaring di tempat tidur persemayaman. Ratapan kesedihan kedua anaknya, saudara-saudara, ayah kandung alamrhum, pecah saat itu.
Hadir pula teman akarab almarhum, Chairum Lubis, SH yang juga Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan bersama rekan-rekan wartawan berbagai media yang tergabung dalam group Pewarta.
Pewarta juga merasa kehilangan atas berpulangnya almarhum sehingga sepakat ramai-ramai melayat ke rumah duka untuk melihat langsung almarhum terakhir kalinya sembari memberikan santunan kepada keluarga.
“Aku menyatakan beliau ini orang baik. Orangnya periang, suka canda guraw dan nggak pernah menyakiti perasaan sesama kuli tinta (wartawan/jurnalis), nara sumber serta relasinya, khususnya saudara-saudaranya dan tetangga. Selain itu orangnya suka membantu tanpa pamrih dan suka mengalah meskpiun beliau telah dibohongi orang. Luar biasa baiknya almarhum ini,” kata Chairum Lubis dalam ungkapan rasa berkabungnya.
Di rumah duka, Arnold Sianturi cerita kalau abang yang baik itu berpulang di usiannya yang sudah memasuki 52 tahun dengan tiba-tiba, pada pagi tadi sekira jam 05.00 WIB.
“Gak ada sakitnya. Tiba-tiba kena serangan jantung,” ungkap Arnold.
Subuh itu, almarhum sempat mengajak Arnold untuk olahraga lari pagi. Namun ketika akan menaiki tangga rumahnya, dadanya terasa sesak hingga tak bisa naik ke tangga dan langsung terduduk. Karena keluhan itu, keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat (Mitra Medika).
“Tiba-tiba katanya abang sudah gak ada,” ucap Arnold yang masih terduduk dibawah jenazah abangnya dengan mata berkaca-kaca.
Pesan Almarhum Buat Ayah
Arnold yang akrab dan dekat dengan almarhum itu sempat mendengar dikala abangnya itu memberikan pesan bagi ayah mereka.
Sehari sebelum meninggal, sang ayah meminta almarhum untuk menemaninya berobat. Sebagai anak berbakti, almarhum cepat bergegas mengantarkan ayahnya pemeriksaan kesehatan. “Habis bawa bapak berobat, abang ngajak bapak makan,” kenangnya.
Masih ingat dibenaknya dikala sang abang yang baik itu berkata kepada yang ayah. “Mulai sekarang, bapak jaga kesehatan sendiri, jangan fikirkan kami anak-anak ya,” pesan almarhum yang disampaikan Arnold dengan haru.
Ternyata, kata-kata itu buat ayahnya merupakan pesan terakhirnya untuk meninggalkan dunia. Almarhum tutup usia di umur 52 tahun dengan meninggalkan 2 orang anak dan 1 orang istri.
Selamat jalan bang Henri Sianturi. Selamat jalan sosok panutan. Selamat jalan abang yang ramah dan baik. Kami para wartawan dan jurnalis khususnya redaksi armadaberita.com turut berbelasungkawa. Semoga keluarga tabah. (ASN/Red)











