EKBIS  

Pertumbuhan Positif di Sektor IKNB, Pendapatan Asuransi Jiwa Meningkat

Share

Medan, Armada Berita – Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sumatera Utara mengalami pertumbuhan yang positif, menandakan langkah-langkah strategis dan inovasi dalam bidang ini. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor IKNB mengalami perbaikan yang signifikan, terutama dalam segmen asuransi jiwa dan perusahaan pembiayaan.

Dalam segmen asuransi jiwa, pendapatan premi terus meningkat, menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah sebelumnya terkontraksi. Hingga Triwulan II tahun 2023, tercatat pendapatan premi asuransi jiwa sebesar Rp3,61 triliun, dengan pertumbuhan 6,18 persen year-on-year. Ini adalah kabar baik, karena menandakan bahwa masyarakat Sumatera Utara semakin menyadari pentingnya perlindungan finansial yang ditawarkan oleh produk asuransi jiwa.

Sementara itu, segmen asuransi umum juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan premi asuransi umum meningkat sebesar 11,49 persen year-on-year. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan risiko yang dihadapi oleh bisnis dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, yang mendorong permintaan akan produk asuransi umum.

Di sektor perusahaan pembiayaan, pertumbuhan yang kuat terus terjadi. Nilai utang piutang oleh perusahaan pembiayaan mencapai peningkatan sebesar 23,91 persen year-on-year hingga Agustus 2023. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan tetap menjadi sumber penting bagi individu dan bisnis di Sumatera Utara.

Selain pertumbuhan pembiayaan, sektor ini juga mengalami penurunan dalam rasio pembiayaan bermasalah (non-performing finance / NPF), yang turun menjadi 2,10 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan pembiayaan secara umum telah berhasil menjaga kualitas portofolio mereka dengan baik.

Dalam segmen fintech peer-to-peer (P2P) lending, pertumbuhan terus terjadi. Outstanding pinjaman tumbuh sebesar 26,62 persen year-on-year hingga Agustus 2023, mencapai jumlah Rp1,54 triliun. Ini mencerminkan minat masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang ditawarkan oleh platform P2P lending.

Sementara risiko yang terkait dengan pembiayaan secara keseluruhan mengalami perbaikan dan tetap berada pada level yang aman, yaitu 1,93 persen. Ini menunjukkan bahwa sektor IKNB di Sumatera Utara tetap stabil dan terkendali dalam menghadapi risiko.

Dengan pertumbuhan positif di sektor IKNB, Sumatera Utara dapat lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan ekonomi dan finansial yang dihadapi. Ini juga mencerminkan kesadaran masyarakat dan bisnis akan pentingnya perlindungan finansial dan akses ke pembiayaan yang memadai. Dengan pemahaman dan dukungan yang kuat dari OJK dan pemangku kepentingan lainnya, sektor IKNB di Sumatera Utara terus berperan penting dalam pembangunan wilayah ini. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *