EKBIS  

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Naik Tinggi

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Menelang Hari Besar Keagamaan (HKBN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, beberapa komoditas menunjukan tren kenaikan.

Kenaikan beberapa komoditas, kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI KPw Sumut), Soekowardojo, masih dalam batas kewajaran. Namun beberapa komoditas lainnya malah naik cukup tinggi.

“Untuk minyak goreng dan cabai rawit saat ini berada pada posisi harga yang cukup tinggi,” kata Soekowardojo dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang dilakukan secara online maupun offline dari salah satu caffe di Jalan Teuku Daud, Kota Medan, Selasa (14/12/2021) sore.

Dimana untuk harga Cabai Rawit di Kota Medan mencapai Rp 44.400 per kilo yang mengalami kenaikan pada saat harga di November 2021. Sedangkan untuk minyak goreng di harga Rp 17.910, juga mengalami kenaikan dibanding pada November 2021.

Sementara harga cabai merah di harga Rp 28.600 (turun dibanding November 2021). Begitu juga pada harga Daging Sapi Rp 125.000, Daging Ayam Rp 32.500, Bawang Merah Rp 27.000, Bawang Putih Rp 26.400, Telur Ayam Rp 23.360, serta Gula Pasir Lokal Rp 12.600 yang ikut turun dibanding pada November 2021.

“Jadi secara umum harga pangan strategis terpantau relatif stabil. Meski cabai rawit dan minyak goreng cukup tinggi,” jelasnya.

Sejak awal tahun 2021, papar Soekowardojo, harga minyak goreng memang menunjukan tren kenaikan. Hal itu dipicu oleh naiknya harga CPO global yang masih terus berlanjut. Sementara kenaikan harga cabai rawit dipicu dampak berkurangnya pasokan dari Aceh bersamaan dengan meningkatnya permintaan karena pelonggaran ketentuan PPKM.

Dalam merespon itu, sebut Kepala BI Sumut, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Sumut telah berkolaborasi dengan produsen untuk melaksanakan operasi pasar murah tahap awal pada November 2021 lalu di 10 Kab/Kota se-Sumatera Utara dengan total 38.000 liter seharga Rp15.000/liter.

“Ke depan akan dilakukan operasi pasar murah lanjutan bersama dengan para produsen. Saat ini Disperindag ProvSu dalam proses mapping lokasi. Dalam hal ini Kemendagri juga telah melakukan koordinasi sebelumnya dengan produsen agar dapat melakukan penjualan ke pengecer dengan harga Rp13.500/liter dan konsumen Rp14.000/liter,” pungkas Kepala BI Sumut. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *