Medan, ArmadaBerita.Com
Ternyata Pemerintah melalui Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan beberapa tim lainnya telah 3 tahun merencanakan peluncuran uang rupiah dengan nominal Rp 75.000.
“Berbeda dengan uang biasa yang hanya 1 tahun perencanaannya, uang Rp 75.000 ini direncanakan sejak 2017 lalu,” ungkap Kepala BI Perwakilan Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan di ruang BI Sumut Lantai III, Selasa (18/8/2020) sore.
Selain itu jelas Wiwiek, yang membuat uang nominal Rp 75 ribu itu lebih khusus dari segi disain gambar hingga kertas pembuatannya yang berbeda dari seluruh uang rupiah cetakan BI sebelumnya.
Apalagi uang ini diluncurkan pada moment kemerdekaan RI, sekaligus menggagas tema perjuangan dan mengenang jasa presiden dan wakil presiden RI pertama, serta perjuangan di massa Pandemi Covid-19.
“Uang kemerdekaan ini pun hanya dicetak sebanyak 75 juta se Indonesia. Dan menurut saya, diantara uang rupiah biasa lainnya, uang ini adalah uang terbaik, ada keragaman segala suku disana,” ujar Wiwiek.
Karena dicetak sangat terbatas dari jumlah warga Indonesia, penambahan uang rupiah tersebut kata Wiwiek tidak terpengaruh dengan inflasi, sebab, dicetaknya uang kemerdekaan Rp75.000 tersebut sudah diperkirakan indikatornya, mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar.
Meski begitu, peminat uang kemerdekaan di Indonesia khususnya Sumatera Utara cukup tinggi. Padahal Kepala BI Sumut mengaku hanya menyediakan sebanyak Rp 3,6 juta saja.
“Dari yang 3,6 juta itu dibagi lagi ke kantor perwakilan BI di daerah Sumatera Utara. Untuk KPw Medan, untuk KPw Kota Pematang Siantar, serta untuk Kpw BI di kota Sibolga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Wiwiek, peminat yang mendaftar guna melakukan penukaran uang kemerdekaan Rp 75.000 emisi tahun 2020 itu sudah sangat banyak dan penuh.
“Hingga hari ini, sudah 150 yang mendaftarkan untuk penukarannya. Dari Sabang sampai Merauke sudah full antrian penukarannya,” ungkapnya.
Maka dari itu jelas Wiwiek, untuk mekanisme penukaran haruslah dilakukan secara online (mekanisme pre-order). Kemudian menggunakan KTP asli untuk 1 lembar uang kemerdekaan kepada 1 orang saja.
“Dan penukaran tahap 1 (18 Agustus 2020 hanya di BI. Untuk tahap II dimulai 1 Oktober 2020-selesai di BI dan Bank lain (Perbankan),” jelasnya. (Nst)











