Medan, ArmadaBerita.Com – Produk kriya unggulan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Batik Humbang Shibori, menjadi salah satu magnet di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Meski belum sepopuler kain tradisional lainnya di Sumatera Utara, karya berbasis teknik ikat-celup (shibori) ini sukses menarik perhatian pengunjung berkat motifnya yang khas dan kualitas premium.
Berdasarkan pantauan, Sabtu (11/7/2026), stan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dipadati pengunjung yang penasaran melihat koleksi Humbang Shibori. Berbagai motif bernuansa alam dan budaya Batak dipamerkan dalam bentuk kain, syal hingga busana siap pakai.
Harga yang ditawarkan pun mencerminkan nilai eksklusivitas produk tersebut. Satu lembar kain Humbang Shibori dijual mulai Rp350.000 hingga mencapai Rp1,8 juta, bergantung pada jenis bahan, tingkat kerumitan motif, serta proses pengerjaannya yang masih dilakukan secara manual.
“Banyak pengunjung yang tertarik dan bertanya tentang Humbang Shibori. Mereka suka motifnya karena berbeda, tetapi memang harganya juga premium,” ungkap Lulu, penjaga stan Humbahas di PRSU 2026, saat ditemui, Sabtu (11/7).
Menurutnya, sebagian besar pengunjung baru mengetahui bahwa Humbahas tidak hanya memiliki ulos, tetapi juga kain shibori yang telah dikembangkan sebagai produk fesyen modern.
Humbang Shibori merupakan kain yang dibuat menggunakan teknik ikat-celup (tie dye) dengan pendekatan ramah lingkungan. Sejumlah produk bahkan menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman lokal sehingga menghasilkan karakter warna yang khas dan berbeda pada setiap lembar kain. Pengembangan Humbang Shibori juga telah dilakukan selama beberapa tahun melalui pembinaan perajin lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.
Produk ini bukan pemain baru di dunia fesyen nasional. Humbang Shibori pernah tampil di panggung Jakarta Fashion Week melalui kolaborasi dengan desainer Purana dan rutin dipromosikan dalam berbagai pameran nasional, termasuk INACRAFT. Bahkan pada INACRAFT 2026, Batik Humbang Shibori mendapat perhatian dari Wakil Menteri Pariwisata yang turut membeli produk tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas kriya asal Humbahas.
Selain Humbang Shibori, stan Humbahas di PRSU juga menampilkan berbagai produk unggulan lainnya, mulai dari kopi khas Humbahas, bawang merah, cabai, aneka rempah, hingga produk turunan kemenyan.
Salah satu produk yang cukup menarik perhatian adalah parfum berbahan dasar kopi dan kemenyan. Aroma kemenyan dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mempertahankan keharuman parfum agar lebih tahan lama, sekaligus memperkenalkan potensi hilirisasi komoditas khas Humbahas kepada masyarakat.
Keikutsertaan Humbahas pada PRSU 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pasar produk UMKM sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui pengembangan industri kreatif berbasis budaya dan sumber daya alam daerah. Produk-produk unggulan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi oleh-oleh khas, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga ekspor melalui penguatan promosi dan inovasi.











