Dosen Unimed Turun Gunung, Sekolah di Labura Dapat Suntikan Gaya Baru Pembelajaran Mendalam

Share

Armadaberita.com | Labuhanbatu Utara – Suasana pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu Utara bergeliat segar berkat kolaborasi strategis antara Universitas Negeri Medan (Unimed) dan sekolah-sekolah mitra. Melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Revitalisasi Pembelajaran melalui Pendekatan Deep Learning Berorientasi pada Peningkatan Literasi Numerasi di Sekolah Menengah Pertama”, para dosen bergelar doktor hingga profesor tak segan turun langsung ke ruang-ruang kelas.

Program ini berlangsung sejak April hingga Juni 2025, menyasar empat lembaga pendidikan di Kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan: SMP Negeri 1 dan 3 Kualuh Selatan, SMP Negeri 4 Kualuh Hulu, serta Pesantren Arkanuddin. Tujuannya jelas: menjembatani dunia akademik dengan praktik pembelajaran di lapangan, sekaligus memperkuat literasi numerasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Lima tahap dijalankan secara sistematis. Dimulai dari observasi langsung ke sekolah oleh tim pakar seperti Dr. Abil Mansyur, Dr. Mulaiawan Firdaus, dan Budi H. Siregar. Mereka memetakan kondisi riil kelas sebagai dasar perancangan strategi pembelajaran yang tepat sasaran.

Tahap kedua menjadi magnet utama. Sebanyak 13 dosen Unimed tampil sebagai model dalam praktik mengajar di depan siswa, sementara para guru mengamati metode yang digunakan—dari penggalian makna hingga penciptaan pengalaman belajar yang benar-benar mengena. Nama-nama seperti Prof. Muhammad Yusuf, Prof. Fajar Apollo Sinaga, hingga Dr. Elmanani Simamora menunjukkan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar teori kampus.

Langkah ketiga mendorong kolaborasi intensif antara guru dan pakar untuk merancang perangkat pembelajaran berbasis deep learning. Guru-guru diajak berpikir lebih reflektif dan kontekstual dalam menyusun rencana pembelajaran yang hidup dan transformatif.

Implementasi perangkat itu dilakukan pada tahap keempat dalam sesi real teaching. Kali ini, giliran guru yang tampil, dan para dosen menjadi pengamat. Momen ini menjadi ajang uji kemampuan guru dalam menerapkan strategi baru yang telah dipelajari.

Program ditutup dengan diskusi evaluatif yang menjadi ruang reflektif dan pembelajaran dua arah. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme dan kepercayaan diri guru. Mereka tak hanya lebih kreatif dan inovatif, tetapi juga lebih siap membawa perubahan nyata di kelas.

Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Kepala Dinas Pendidikan Labura, Irwan Harahap, menyebut kehadiran para pakar dari Unimed membawa warna baru dalam pendidikan di daerah. Apresiasi serupa datang dari pimpinan Pesantren Arkanuddin dan para kepala sekolah mitra.

Dari kampus ke sekolah, Unimed membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya berpikir di menara gading, tetapi ikut serta dalam membumikan praktik pendidikan yang bermakna. Transformasi yang dimulai dengan kolaborasi ini bukan sekadar proyek sementara, tapi fondasi masa depan pembelajaran yang lebih manusiawi dan mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *