Kombes Calvijn Simanjuntak Ajak Muhammadiyah Bersinergi Wujudkan Kota Aman dan Tertib

Silaturahmi Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak ke Pimpinan Muhmmadiyah Kota Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H silaturahmi ke Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Medan di Kantor PD Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass No.140, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (4/11) pukul 16.15 WIB.

Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan Islam, sekaligus membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Medan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolrestabes didampingi Kasat Intelkam Kompol Lengkap Siregar, S.H., M.H. dan Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan. Sementara itu, pihak tuan rumah diwakili oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan Maulana Siregar, M.A., Sekretaris Ibrahim Nainggolan, S.H., M.H., Bendahara Prof. Dr. Akrim, S.Pd.I., M.Pd., para wakil ketua, serta perwakilan organisasi otonom seperti ’Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Tapak Suci, Hizbul Wathan, dan kepala sekolah Muhammadiyah se-Kota Medan.

Dalam sambutannya, Maulana Siregar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolrestabes Medan serta menilai kerja sama antara kepolisian dan Muhammadiyah selama ini berjalan baik. Ia menyebut PD Muhammadiyah Kota Medan memiliki 37 pengurus cabang, 20 majelis lembaga, 8 organisasi otonom, dan 138 ranting yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Ini potensi besar untuk bersinergi dengan Polrestabes Medan. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Kapolrestabes, Medan bisa lebih aman dari narkoba, rayap besi, dan begal yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa sejak menjabat Kapolrestabes, dirinya berkomitmen menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

“Hari ini hari ke-26 saya menjabat. Saya ingin kehadiran saya memberi manfaat dan perubahan, terutama terhadap kejahatan jalanan seperti begal, rayap besi, dan rayap kayu,” tegasnya.

Ia memaparkan sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian, seperti minimnya penerangan jalan di lokasi rawan kejahatan, pemasangan CCTV di 4.000 titik, hingga penanganan kemacetan akibat pasar tumpah.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemko Medan dan DPRD. Lampunya sudah siap, tinggal tiangnya. CCTV memang tidak mencegah kejahatan, tetapi mempercepat pengungkapan,” ujarnya.

Kapolrestabes juga menekankan pentingnya perubahan kultur di tubuh kepolisian. “Saya tekankan kepada anggota, posisikan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan yang dilayani,” katanya.

Ia turut menyinggung kasus pencurian steling burger yang sempat viral, dan menegaskan bahwa polisi harus melihat dampak sosial, bukan semata nilai kerugian.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa perwakilan Muhammadiyah di antaranya Muzakir, Nunung Nuraningsih, Alban, dan Khairi Amri menyampaikan berbagai masukan, mulai dari rasio jumlah polisi dan penduduk, program sosialisasi hukum, hingga biaya pengurusan SIM yang dinilai masih tinggi.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi alasan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat. “Rasio polisi dengan warga Indonesia masih sangat jauh. Karena itu kami butuh kerja sama melalui kegiatan preemtif dan preventif, termasuk dengan tokoh agama,” jelasnya.

Ia juga berjanji menindaklanjuti laporan terkait begal serta meninjau persoalan biaya SIM yang dikeluhkan warga.

Kegiatan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama pada pukul 17.45 WIB. Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban, mempertegas komitmen Polrestabes Medan dan Muhammadiyah dalam mewujudkan Kota Medan yang aman, tertib, dan berkeadaban. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *