DELI SERDANG, ARMADABERITA — Perbaikan secara swadaya yang dilakukan warga belum menyelesaikan persoalan jalan di Dusun V, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Hingga Jumat (25/9/2026), sejumlah bagian ruas jalan tersebut masih dalam kondisi rusak dan belum mendapat penanganan permanen.
Padahal, persoalan itu telah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi jalan yang berlubang dan mudah tergenang ketika hujan menjadi persoalan bagi warga yang menggunakan ruas tersebut sebagai akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pada Februari 2026, warga memilih tidak menunggu lebih lama. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya dan membeli sedikitnya tujuh dump truck pasir dan batu (sirtu) untuk menimbun bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah.
Gotong royong itu melibatkan warga dari sekitar 30 keluarga. Selain menimbun jalan, mereka membersihkan parit untuk membantu memperlancar aliran air.
Upaya tersebut dilakukan sebagai penanganan sementara. Warga berharap perbaikan swadaya dapat membuat akses lebih mudah dilalui sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk melakukan penanganan yang lebih permanen.
Namun, setelah beberapa bulan berlalu, kondisi jalan masih menjadi keluhan warga.
“Kami sudah berusaha memperbaiki dengan kemampuan warga. Sampai sekarang kondisi jalan masih rusak parah dan belum ada tindak lanjut perbaikan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar jalan ini bisa diperbaiki secara permanen,” ujar Efrata Tarigan, warga setempat, Jumat (25/9/2026).
Persoalan jalan juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi drainase di sekitarnya. Ketika hujan turun, air yang menggenangi badan jalan berpotensi mempercepat kerusakan dan menyulitkan kendaraan maupun warga yang melintas.
Pada 18 September 2026, warga bersama perangkat Desa Namo Bintang dan Babinsa kembali melakukan gotong royong membersihkan jalan dan parit di Jalan Dusun V. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya warga menjaga akses dan memperlancar aliran air di lingkungan mereka.
Sebelumnya, warga juga menyebut ruas tersebut terdampak banjir bandang pada November 2025. Peristiwa itu semakin memperlihatkan persoalan yang dihadapi warga bukan hanya menyangkut permukaan jalan, tetapi juga sistem drainase dan pengelolaan aliran air.
Bagi masyarakat setempat, gotong royong menjadi cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan dalam jangka pendek. Akan tetapi, keterbatasan kemampuan warga membuat langkah tersebut tidak dapat menggantikan kebutuhan akan pembangunan dan perbaikan infrastruktur secara permanen.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah memberikan kejelasan mengenai status ruas jalan tersebut, pihak yang berwenang menangani, serta rencana perbaikannya.
Kepastian itu penting bagi warga karena jalan tersebut merupakan akses yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Setelah bertahun-tahun menghadapi kerusakan dan melakukan perbaikan secara mandiri, mereka kini menunggu penanganan yang tidak lagi bersifat sementara.











