Daerah  

Disambut Ulos, ITS Paluta Turun Langsung Petakan Lahan dan Kaji Potensi Sapi di Dua Desa

Share

PALUTA, ARMADABERITA –  Suasana penuh kekeluargaan menyambut kedatangan Rektor Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara ITS Paluta, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd., bersama rombongan di Desa Huta Pasir dan Desa Mandasip, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Produsen Aek Nabundong menyambut rombongan dengan prosesi pemberian ulos pada Minggu malam, 31 Agustus 2026. Bagi masyarakat setempat, pemberian ulos menjadi simbol penghormatan sekaligus penerimaan terhadap kehadiran ITS Paluta untuk bersama sama mengembangkan potensi desa.

Namun, kedatangan ITS Paluta kali ini bukan sekadar seremoni.

Kolaborasi ITS Paluta dengan Koperasi Produsen Aek Nabundong mulai memasuki tahap implementasi di lapangan. Tim perguruan tinggi akan melakukan pengambilan sampel tanah untuk mengetahui kesesuaian lahan bagi program swasembada pangan sekaligus melakukan observasi terhadap potensi pengembangan peternakan sapi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan rencana pengembangan pertanian dan peternakan tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata, melainkan menggunakan data dan kajian ilmiah.

Ketua Koperasi Produsen Aek Nabundong, Abbas Nasution, mengatakan masyarakat menyambut positif kehadiran ITS Paluta dan siap mendukung seluruh tahapan program.

Pengambilan sampel tanah menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan lapangan. Data yang diperoleh nantinya akan dianalisis untuk mengetahui kondisi serta karakteristik lahan yang menjadi bagian dari rencana pengembangan pangan.

Hasil analisis tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan pola pengelolaan lahan, jenis tanaman yang sesuai serta pola budidaya yang dapat diterapkan berdasarkan kondisi wilayah.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak perlu mengembangkan lahan hanya berdasarkan asumsi. Setiap keputusan diharapkan memiliki dasar data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tak hanya sektor pertanian, tim ITS Paluta juga melakukan observasi terhadap potensi pengembangan peternakan sapi.

Peternakan sapi direncanakan menjadi salah satu bagian dari pengembangan kawasan pertanian terpadu. Konsep tersebut memungkinkan sektor pertanian dan peternakan dikembangkan secara beriringan sehingga hasil samping dari satu sektor dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya.

Pengembangan sistem pertanian terpadu diharapkan mampu menciptakan efisiensi sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Rektor ITS Padang Lawas Utara, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd., mengatakan perguruan tinggi harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami ingin melihat langsung kondisi masyarakat dan potensi wilayahnya. Dari sana kita dapat melakukan kajian dan menentukan langkah yang sesuai. Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi yang berdasarkan ilmu pengetahuan, tetapi tetap memperhatikan kebutuhan dan pengalaman masyarakat di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengarah kegiatan sekaligus Pendamping Hukum Koperasi Produsen Aek Nabundong, Madayan Hasibuan, S.H., M.H., menilai pengambilan sampel tanah dan observasi peternakan merupakan tahapan awal yang sangat penting.

Menurutnya, pembangunan sektor pangan harus dimulai dari pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan.

Pendekatan berbasis data diperlukan agar program pertanian dan peternakan yang nantinya dikembangkan benar benar sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat.

Madayan juga menegaskan bahwa Koperasi Produsen Aek Nabundong memiliki posisi penting sebagai wadah kelembagaan masyarakat.

“Koperasi Produsen Aek Nabundong bukan hanya sebagai pihak yang menandatangani kerja sama, tetapi harus menjadi wadah masyarakat untuk mengorganisasi potensi ekonomi mereka. Masyarakat Desa Huta Pasir dan Desa Mandasip harus menjadi bagian utama dari proses ini dan pada akhirnya menjadi pihak yang menerima manfaat dari program,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ITS Paluta juga memberikan sertifikat penghargaan dan cenderamata kepada Koperasi Produsen Aek Nabundong sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan program.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi, koperasi dan masyarakat di dua desa tersebut.

Masyarakat berharap kerja sama ITS Paluta dan Koperasi Produsen Aek Nabundong tidak berhenti pada penelitian dan observasi. Mereka berharap hasil kajian dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mengembangkan peternakan sapi, memperkuat koperasi serta membuka peluang ekonomi baru.

Dari Desa Huta Pasir dan Desa Mandasip, langkah pengembangan pertanian dan peternakan berbasis data kini mulai berjalan.

Pengambilan sampel tanah dan observasi potensi sapi menjadi awal dari proses panjang untuk mengubah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda swasembada pangan di Kabupaten Padang Lawas Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *