Akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 lalu, dunia dan seisinya tergoncang oleh sebuah wabah yang dinamai Covid-19 atau Corona hingga Agustus kini. Dampaknya sangat membombardir nyaris segala aspek, yang paling tersohor adalah masalah atau krisis kesehatan dan krisis ekonomi.
Imbauan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat banyak perusahaan mengalami penurunan omset alhasil yang terjadi adalah gulung tikar dan berimbas ke para pekerja yang terpaksa harus di-PHK (pemutusan hubungan kerja).
Melansir dari CNN Indonesia Ekonomi menyebutkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan akibat virus Corona tembus 3,06 juta oranga. Padahal akumulasi angka tersebut merupakan data per 27 Mei 2020.
Bagaimana hitungan di Agustus sekarang ini? Belum siap masalah PHK, kemiskinan, ketiadaan lapangan kerja, Indonesia masih terancam atau diambang batas jurang resesi ekonomi.
Belum lagi anjuran pemerintah kepada sekolah dan perguruan tinggi untuk menjalani kegiatan belajar dari rumah yang kesemua itu semakin memberikan dampak pada berubahnya kehidupan masyarakat.
Banyak pula yang tak mendapat uang saku saat belajar secara daring, meski orangtua tak mengeluarkan uang saku kepada anak mereka namun sebetulnya pengeluaran rumah tangga menjadi bertambah karena para orangtua harus memfasilitasi anak-anaknya dengan kuota internet sebagai sarana mendukung pembelajaran daring.
Lantas, apa selamanya kita menunggu keadaan pulih baru mau berubah? Menunggu sampai semuanya baik dengan sendirinya? Tentu tidak kan. Lalu bagaimana? Kalau terus menunggu ya kelamaan. Kita mesti bersedia pada perubahaan yang ada dengan cari akal untuk mengatasi kondisi sulit ini.
Misalnya dengan mencari penghasilan tambahan. Dan kita tak bisa menepis, bukan pelajar ataupun mahasiswa khususnya kalau tak mempunyai ide cemerlang dan inisiatif untuk memecahkan masalah berkurangnya pemasukan.
Berikut, penulis merangkum beberapa jenis pekerjaan yang bisa kita (Baca: mahasiswa) lakukan selama kita bekerja dari rumah. Semoga bisa memberikan kebermanfaatan bagi para pembaca.
Pertama, menjadi content creator atau Youtuber, karena bukan rahasia lagi penghasilan dari youtube memang menggiurkan. Contohnya Atta Halilintar, berdasarkan data Socialblade diestimasi ia telah memiliki pendapatan kurang lebih 2milyar per bulan. Fantastis bukan?
Cara memunculkan pundi-pundi rupiah dengan beriklan di Google Adsence, membuat konten bersponsor, atau menjual produk di akun yotube sendiri.
Dari segi konten ada banyak sekali yang bisa dibuat menyesuaikan kebisaan kita, seperti tips dan trik, tutorial, vlog, game, komedi, musik, masak, dan banyak lagi. Yang terpenting adalah konsistensi dan ketekunan meng-upload video. Jika belum bisa bekerja sendiri, ajak kolaborasi teman kita, apalagi sekarang sudah bukan zamannya sukses sendirian. Dari sini, kita tak hanya belajar independen dalam finasial juga membangun karakter sinergitas.
Kedua, menjadi penulis lepas. Apalagi seorang mahasiswa yang sudah terbiasa dengan tulis menulis dalam penugasan kuliah seperti makalah, karya tulis ilmiah, itu bisa jadi modal dasar mengambil peluang untuk dapatkan uang. Saat ini banyak perusahaan yang memiliki website untuk meng-upgrade kontennya, biasanya mereka membutuhkan jasa penulis lepas.
Rata-rata harga artikel 1000 kata kisaran sampai Rp 100.000.
Dengan catatan, pastikan kita sudah menyiapkan portofolio tulisan yang bisa kita tunjukkan ke orang-orang agar mereka tertarik dan memakai jasa penulisan kita.
Ketiga, menjual jasa desain grafis. Jika kita memiliki kemampuan di bidang ini, amat bermanfaat mendatangkan penghasilan tambahan dengan cukup bekerja dari rumah. Bermodalkan software desain dan jaringan internet kita bisa menjual jasa desain graifs lewat beberapa marketplace seperti creative market, projects.co.id, elance.com, upwork.com.
Sama dengan sebelumnya, untuk membuat klien semakin tertarik menggunakan jasa kita, sediakan banyak portofolio desain yang banyak dicari perusahaan untuk pembuatan logo, kartu nama, poster, banner, maskot, dan lainnya.
Keempat, berjualan online. Dengan kondisi seperti sekarang ini, semakin banyak peminat orang belanja online, tentu ini merupakan pilihan yang tepat karena tidak memerlukan modal banyak, misal bisa dengan menjadi reseller, atau kita bisa menjual barang-barang yang sekiranya sudah tidak dipakai sebagai barang preloved. Sebab ini satu dari sekian banyak pekerjaan yang diminati orang, selain tidak terikat waktu, berjualan online juga bisa dilakukan dari rumah.
Kelima, membuat dan menjual masker kain. Kita bisa menangkap momen saat pemerintah mulai getol mengimbau masyarakatnya menggunakan masker di setiap ruang publik. Hal ini mengakibatkan permintaan masker semakin meningkat. Bilamana kita sudah memiliki kemampuan menjahit, sangat bagus karna kita bisa langsung memulai bisnis ini.
Pilihan lain, kita bisa menggandeng orang lain untuk bekerja sama dengan penjahit ataupun menjadi reseller. Mudah, praktis, dan pasarnya besar sangat bisa menjadi alternatif untuk mengisi uang tambahan.
Keenam, menjadi tentor atau guru les online. Jika kita menggandrungi kegiatan mengajar, kita bisa mengambil peluang ini. Salah satu sektor jasa yang banyak dilirik adalah profesi guru les online. Dengan pengetahuan yang kita miliki, kita bisa mencoba profesi ini saat pandemi berlangsung dan tak menutup kemungkinan akan berlajut di situasi normal.
Sebenarnya ada banyak sekali pekerjaan yang bisa kita ambil asal kita bisa pintar-pintar melihat peluang yang ada, jangan membatasi diri pada keadaan, cobalah berani mengeskplor kemampuan yang diberi Tuhan, sebab wabah ini bukan menjadikan kita berpangku tangan, melainkan tetap maksimalkan ikhtiar lagi doa.
Dan ketika kita sudah menjalani segala bentuk bisnis atau baru memulai usaha, penulis juga sedikit membagi tips diantaranya tetap menjaga semangat dan konsistensi dimulai dari hal kecil, sebab untuk menjadi sesuatu yang besar dibutuhkan hal tersebut. Logikanya, tidak mungkin kita berada di tangga kelima tanpa harus melewati tangga pertama lebih dahulu.
Terakhir, tetap lakukan apapun dengan keikhlasan dan keridhaan hati, insyaAllah ada keberkahan didalamnya. Bekerja dan berdoa semaksimalnya bukan semampunya ya.
Penulis adalah Mahasiswa jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara stambuk 2017 yang kini tengah menjalani masa pengabdian masyarakat dalam kelompok KKN 33.











