Jakarta, ArmadaBerita.Com – Digitalisasi mulai memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Indonesia. Di tengah masih besarnya volume sampah yang belum tertangani secara optimal, inovasi teknologi dinilai mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, sekitar 68,42% atau 21,84 juta ton dari total 35 juta ton sampah yang dihasilkan setiap tahun di 295 kabupaten/kota masih belum terkelola secara optimal. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan sistem digital berpotensi menekan jarak tempuh pengangkutan sampah hingga 30,28% dan memangkas biaya operasional sampai 29,07%.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) mengimplementasikan aplikasi berbasis web Net Zero Trash (Netrash) di Forum Bank Sampah Kota Cilegon. Program ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, S.Si., M.Si., dengan mengimplementasikan hasil riset Intan Oktafiani, S.Kom., M.T.
Aplikasi Netrash dikembangkan untuk membantu pengelolaan administrasi bank sampah melalui pencatatan transaksi yang lebih akurat, efisiensi operasional, serta penyajian data yang transparan. Implementasi dilakukan di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dengan melibatkan aparatur wilayah serta masyarakat setempat.
Ketua Tim PkM, Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, mengatakan pengelolaan administrasi masih menjadi tantangan utama bagi banyak bank sampah yang hingga kini mengandalkan pencatatan manual.
“Masih banyak bank sampah yang menggunakan pencatatan secara manual sehingga rentan terjadi kesalahan transaksi maupun perhitungan saldo nasabah. Melalui Netrash, proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga pengelola dapat lebih fokus meningkatkan layanan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya, Kamis (6/8/2026).
Tak hanya membantu pengurus bank sampah, Netrash juga dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekonomi sirkular berbasis komunitas. Melalui platform netrash.id, masyarakat dapat mendaftar sebagai mitra maupun pengurus bank sampah sehingga memperluas jaringan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Menurut Dr. Zaki, kehadiran platform digital tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional bank sampah, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dampak positif program ini turut dirasakan para pengelola bank sampah. Mahsunah, pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Gebrak 05, menilai pendampingan yang diberikan Universitas Pertamina meningkatkan kepercayaan diri para pengelola dalam menjalankan operasional bank sampah.
“Selama ini bank sampah sering dipandang sebelah mata. Padahal, melalui pendampingan dan inovasi seperti Netrash, kami semakin yakin bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi,” katanya.
Pengembangan Netrash akan terus dilanjutkan melalui dukungan Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Tahun 2026. Tim peneliti akan menyempurnakan berbagai fitur aplikasi agar mampu menjawab kebutuhan pengelolaan bank sampah yang terus berkembang sekaligus memperkuat implementasi hasil riset menjadi solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menilai Netrash menjadi contoh konkret hilirisasi riset perguruan tinggi yang berhasil menghadirkan solusi digital bagi persoalan di masyarakat.
“Netrash menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium maupun publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Universitas Pertamina, kami terus mendorong dosen dan mahasiswa mengembangkan inovasi yang mampu menjawab tantangan nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui peminatan Software and Application Development di Program Studi Ilmu Komputer, kami berharap semakin banyak solusi digital yang lahir dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya. (*/Red)











