SPORT  

Jelang PON 2028, KONI Sumut Genjot Pembinaan Dini Demi Cegah Atlet Berpindah Provinsi

Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar saat berlangsung konferensi pers mengenai persiapan mejelang PON 2028.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mulai mempercepat pembinaan atlet sejak dini sebagai strategi menjaga potensi daerah sekaligus mencegah atlet berprestasi berpindah memperkuat provinsi lain menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Langkah itu diwujudkan melalui Program Pembinaan Intensif (PPI) yang telah berjalan sejak Juni 2026. Sebanyak 131 atlet dari 18 cabang olahraga perorangan menjadi peserta tahap awal program tersebut. Seluruh atlet merupakan peraih medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan berasal dari cabang olahraga yang masih dipertandingkan pada PON XXII.

Ketua Umum KONI Sumut Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar mengatakan pembinaan lebih awal menjadi kunci mempertahankan kekuatan olahraga Sumatera Utara. Selain meningkatkan kualitas atlet, program itu juga bertujuan memastikan atlet potensial tetap membela daerah asalnya.

“Karena keterbatasan anggaran, pembinaan masih difokuskan pada cabang olahraga perorangan. Namun yang paling penting, kami ingin menjaga atlet-atlet Sumut agar tidak berpindah ke provinsi lain dan menyiapkan mereka sejak dini menuju PON XXII 2028,” kata Hatunggal saat konferensi pers di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berpusat di kota-kota besar. KONI Sumut juga memperluas pencarian bibit atlet hingga ke wilayah kepulauan, termasuk Kabupaten Nias Utara dan Nias Barat yang kini menjadi perhatian khusus.

Ia mencontohkan seorang atlet asal Nias bernama Kevin yang berhasil mempersembahkan medali perak pada SEA Games. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa daerah-daerah yang selama ini kurang tersorot memiliki potensi besar jika mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, KONI Sumut juga tengah mematangkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprovsu) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Ajang tersebut diproyeksikan menjadi pintu utama lahirnya atlet-atlet baru yang akan memperkuat Sumatera Utara pada level nasional.

Sebanyak 28 cabang olahraga direncanakan dipertandingkan dalam Porprovsu. Namun, hanya cabang olahraga yang memiliki kepengurusan aktif di sedikitnya 17 kabupaten/kota yang dapat mengikuti kompetisi sesuai hasil Rapat Kerja KONI Sumut.

Hatunggal optimistis pembinaan yang konsisten, dukungan pemerintah daerah, serta pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi akan menjadi modal penting bagi Sumatera Utara untuk tetap bersaing di jajaran elite olahraga nasional.

“Target kami adalah mempertahankan prestasi Sumatera Utara pada PON XXII nanti. Mungkin tidak seluruh capaian PON XXI bisa diulang karena ada beberapa cabang unggulan yang tidak dipertandingkan, tetapi kami ingin hasilnya tetap berada di level yang kompetitif,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *