UMKM Labuhanbatu Unjuk Kreativitas di PRSU 2026, dari Lukisan Pulpen hingga Keripik Pare

Kerajinan tangan hingga karya seni bernilai puluhan juta rupiah hadir di PRSU ke-50.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Paviliun Kabupaten Labuhanbatu menjadi salah satu magnet di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dengan menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggabungkan kreativitas, kearifan lokal, dan nilai ekonomi.

Tak hanya menawarkan aneka makanan khas, paviliun ini juga menghadirkan kerajinan tangan hingga karya seni bernilai puluhan juta rupiah. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah tiga lukisan karya seniman Labuhanbatu, Ucok Bangun Gultom, yang dibuat sepenuhnya menggunakan tinta pulpen tanpa tambahan cat.

Staf Paviliun Kabupaten Labuhanbatu, Melati, mengatakan karya seni tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp20 juta hingga Rp30 juta. Bagi pengunjung yang berminat, pihak paviliun siap mempertemukan calon pembeli langsung dengan pelukis untuk membahas harga.

Selain karya seni, paviliun juga menampilkan batik printing dengan harga mulai Rp200 ribuan hingga di atas Rp600 ribu, serta berbagai kerajinan berbahan rotan, manik-manik, plastik, dan lidi sawit. Salah satu produk yang banyak mengundang rasa penasaran pengunjung adalah keranjang cuci beras berwarna-warni yang kerap disangka sebagai pot tanaman karena desainnya yang unik.

Di sektor kuliner, keripik pare menjadi produk paling laris selama penyelenggaraan PRSU. Camilan berbahan pare asli tersebut berhasil menarik perhatian karena menawarkan cita rasa gurih tanpa meninggalkan kesan pahit yang identik dengan sayuran tersebut.

Menurut Melati, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya UMKM lokal Labuhanbatu, sebagian besar merupakan binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu. Selain keripik pare, pengunjung juga dapat menemukan banana roll, kue bawang, keripik pisang, keripik bayam, ikan asin, hingga wedang sehat.

“Keripik pare menjadi produk yang paling banyak dicari dan stoknya mulai menipis. Namun masih banyak produk kerajinan dan karya seni khas Labuhanbatu yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Melati saat ditemui di Paviliun Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (25/7/2026).

Melalui kehadiran berbagai produk tersebut, Paviliun Labuhanbatu tidak hanya menjadi etalase promosi UMKM daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas pelaku usaha lokal mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing sekaligus menarik minat pasar di ajang pameran terbesar di Sumatera Utara.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *