MEDAN, ARMADABERITA – Universitas Negeri Medan (UNIMED) mulai melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Mandiri Tahun 2026 pada Selasa, 14 Juli 2026. Sebanyak 1.968 peserta mengikuti seleksi yang digelar selama dua hari, 14–15 Juli 2026, di lingkungan kampus UNIMED.
Pelaksanaan UTBK Mandiri berlangsung di 10 lokasi ujian yang tersebar dalam 36 ruang ujian dengan kapasitas mencapai 685 peserta pada setiap sesi. Seleksi dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni dua sesi pada 14 Juli dan satu sesi pada 15 Juli 2026. Sesi pagi berlangsung pukul 06.45–10.30 WIB, sedangkan sesi siang dimulai pukul 13.00–16.45 WIB.
Berdasarkan data panitia, Program Studi Manajemen menjadi jurusan yang paling diminati dengan 581 pendaftar. Posisi berikutnya ditempati Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 504 peminat, Kedokteran 454 peminat, Gizi 442 peminat, Akuntansi 429 peminat, Ilmu Komputer 405 peminat, Teknik Sipil 359 peminat, Bisnis Digital 297 peminat, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) 237 peminat, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 233 peminat.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, UNIMED mengerahkan 222 petugas yang terdiri atas penanggung jawab lokasi, pengawas ujian, pengawas teknologi informasi, administrator server, administrator sistem, administrator jaringan, serta petugas lokasi.
Selain itu, universitas juga berkoordinasi dengan PLN guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan ujian. Pengamanan kegiatan melibatkan personel Kepolisian dan TNI, sementara satu unit ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan apabila dibutuhkan peserta.
Pada jalur Mandiri Tahun 2026, UNIMED menyediakan kuota penerimaan sebanyak 3.950 mahasiswa baru. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan secara daring pada 22 Juli 2026 melalui kanal resmi Universitas Negeri Medan.
Rektor UNIMED Prof. Dr. Baharuddin menegaskan pihaknya berkomitmen menyelenggarakan UTBK Mandiri 2026 secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak mempercayai pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan karena hasil seleksi sepenuhnya ditentukan berdasarkan kemampuan peserta dan ketentuan yang berlaku.











