UMKM Simalungun Unjuk Gigi di PRSU 2026, Kopi Arabika Sigararutang hingga Kacang Intip Jadi Magnet Pengunjung

Beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian daerah.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Paviliun Kabupaten Simalungun menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung dalam gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian daerah dipamerkan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal.

Salah satu produk yang paling banyak menarik perhatian adalah Kopi Arabika Sigararutang jenis Ateng produksi Rumah Produksi Kopi Saabas, Nagori Sinaman II, Kabupaten Simalungun, yang dipasarkan dengan merek Assly Coffee.

Kopi Ateng Sigararutang dikenal berasal dari varietas kopi yang memiliki karakter pohon lebih pendek, rimbun, dan mampu berbuah lebih cepat dibandingkan varietas lain. Di kalangan petani, nama “Sigararutang” melekat karena tanaman ini dinilai lebih cepat menghasilkan pendapatan sehingga membantu petani memenuhi kebutuhan ekonomi, termasuk membayar pinjaman.

Untuk menghasilkan cita rasa optimal, kopi ini diseduh menggunakan sekitar 10 gram bubuk kopi dengan 150 mililiter air bersuhu sekitar 90 derajat Celsius, kemudian didiamkan selama tiga hingga empat menit sebelum disajikan. Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp50.000 per kemasan.

Tak hanya kopi, Paviliun Simalungun juga mempromosikan Kacang Intip, salah satu camilan khas daerah yang memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan renyah. Produk yang diproduksi UD Aneka Usaha itu dibuat dari kacang tanah yang dibungkus menggunakan kulit pangsit, dicampur adonan tepung, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur yang garing.

Produk olahan jahe juga menjadi perhatian pengunjung. Permen Jahe Merah Adelya diproduksi dari jahe merah pilihan dengan mengusung slogan “Dari Alam untuk Kehangatan”. Produk tersebut ditawarkan sebagai alternatif pangan olahan berbasis rempah khas Indonesia.

Selain produk UMKM, Paviliun Simalungun turut menampilkan berbagai komoditas pertanian unggulan. Di antaranya beras kemasan produksi Gapoktan Maligas Bayu, aneka jeruk, bawang merah, hingga komoditas hortikultura lainnya yang merupakan hasil pembinaan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.

Produk perkebunan juga ikut dipromosikan, termasuk teh celup hitam produksi PTPN IV yang memiliki warna seduhan lebih pekat dibandingkan teh celup pada umumnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun memperkenalkan hasil tenun daerah beserta proses pembuatannya melalui alat tenun tradisional. Di sektor pariwisata, pengunjung diajak mengenal sejumlah destinasi unggulan seperti Bukit Indah Simarjarunjung dan Sungai Lobang sebagai bagian dari promosi potensi wisata daerah.

Petugas paviliun menyebutkan, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil pembinaan berbagai organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan hingga Dinas Pariwisata. Melalui PRSU 2026, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap produk lokal semakin dikenal masyarakat luas dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih besar.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *