Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Samosir Bidik Data Akurat untuk Petakan Kekuatan UMKM dan Pariwisata

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk saat membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Samosir di Hotel JTS Parbaba, Selasa (2/6/2026).
Share

Samosir, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Kabupaten Samosir menaruh harapan besar pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai instrumen penting untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah, mulai dari sektor pariwisata hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk saat membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Samosir di Hotel JTS Parbaba, Selasa (2/6).

Menurut Ariston, kualitas data menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan,” ujar Ariston.

Bagi Kabupaten Samosir yang kini memasuki usia 22 tahun, sensus ini dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memotret potensi ekonomi daerah secara lebih komprehensif. Terlebih, struktur ekonomi Samosir saat ini banyak ditopang oleh sektor pariwisata, perdagangan, jasa, serta UMKM yang terus berkembang.

Ariston menilai, tanpa dukungan data yang valid, pemerintah akan sulit merancang program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, kualitas data menjadi faktor krusial dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya ditentukan oleh metode pendataan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang terlibat di lapangan. Para petugas sensus, kata dia, merupakan ujung tombak yang akan menentukan akurasi data yang terkumpul.

Untuk itu, seluruh peserta pelatihan diminta memahami secara menyeluruh konsep, metodologi, hingga prosedur pendataan agar memiliki standar pemahaman yang sama saat bertugas.

“Ketelitian, integritas, dan profesionalisme petugas menjadi faktor penting agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Samosir, Devita Norani Saragih, mengatakan sebanyak 150 peserta mengikuti pelatihan petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026. Mereka merupakan warga Kabupaten Samosir yang telah lolos melalui serangkaian proses seleksi.

Menurut Devita, pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman petugas mengenai standar operasional pendataan, konsep statistik, hingga teknis pengumpulan data di lapangan.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap SOP pendataan, konsep dan definisi statistik, serta teknis pelaksanaan pendataan di lapangan,” ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 2–5 Juni 2026 dan 8–11 Juni 2026. BPS berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugas pendataan secara akurat sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi pijakan kuat bagi perencanaan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *