DPRD Medan Soroti Tim Buser Parkir, Antonius Tumanggor: Jangan Sekadar Dibentuk Tanpa Sarpras, PAD Bisa Gagal

Antonius Tumanggor. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pembentukan Tim Cakrawala dan Buser Parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menuai perhatian DPRD Kota Medan. Anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengingatkan agar pembentukan tim tersebut tidak sekadar formalitas tanpa dukungan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai.

Menurut Antonius, tanpa fasilitas operasional yang kuat, keberadaan tim dikhawatirkan tidak efektif dan justru gagal mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

“Jangan sampai tim sudah dibentuk, tapi di lapangan terkendala peralatan. Kalau ingin PAD dari sektor parkir meningkat, sarpras harus diperkuat,” tegas Antonius, Rabu (25/3/2026).

Politisi Partai NasDem itu menyebut, Tim Cakrawala dan Buser Parkir diharapkan menjadi solusi konkret atas persoalan kemacetan dan maraknya parkir liar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, tim juga diharapkan mampu menertibkan praktik pungutan liar oleh oknum juru parkir tidak resmi.

Ia menilai, dengan dukungan kendaraan operasional yang memadai, tim dapat bergerak cepat mengurai kemacetan, menertibkan titik rawan parkir liar, serta mensterilkan kawasan lampu lalu lintas pada jalur-jalur strategis.

Antonius juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat. Setiap pengaduan, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan agar keberadaan tim benar-benar dirasakan manfaatnya.

Selain soal sarpras, Antonius turut menyoroti persoalan klasik antara juru parkir dan masyarakat. Ia menilai, selama ini jukir sering menjadi pihak yang disalahkan ketika target PAD tidak tercapai, padahal rendahnya kesadaran masyarakat membayar parkir resmi juga menjadi faktor penyebab.

“Jukir resmi harus dilindungi dengan payung hukum yang jelas. Selama ini mereka kerap dianggap melakukan pungli, padahal sistemnya yang belum tertata dengan baik,” ujarnya.

Antonius optimistis, jika sistem parkir dibenahi secara serius, didukung regulasi yang kuat serta fasilitas operasional yang memadai, kebocoran PAD dapat ditekan dan penerimaan daerah dari sektor parkir meningkat signifikan.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Medan menjadikan penataan parkir tepi jalan sebagai prioritas. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar sebagai penyumbang PAD apabila dikelola secara profesional.

“Kalau dikelola serius, parkir tepi jalan bisa menjadi salah satu sumber PAD terbesar bagi Kota Medan,” pungkasnya. (Im/Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *