SAMOSIR, Armadaberita.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan sebanyak 556 unit rumah di Samosir akan mendapat program bedah rumah pada tahun anggaran 2026. Maruarar menyebut angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit pada 2026. Ini kenaikan besar. Anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dipastikan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain program perumahan, pemerintah juga akan menata kawasan kumuh seluas 41,80 hektare. Penanganan dilakukan di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 perkampungan.
Dari total bantuan BSPS, sebanyak 56 unit dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak, sesuai usulan Bupati Samosir. Saat meninjau kawasan Lumban Sinaga, Maruarar sempat berdialog dengan warga dan meminta agar salah satu rumah adat direnovasi setelah melihat langsung kondisinya.
“Negara hadir untuk menyediakan rumah layak huni. Apalagi Samosir merupakan daerah pariwisata, rumah adat harus dijaga,” kata dia.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah rumah tidak layak huni di Samosir mencapai 3.080 unit. Maruarar optimistis persoalan tersebut dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.
“Saya kira dalam tiga tahun bisa tuntas. Mengurus rakyat harus sepenuh hati, bukan hanya membangun rumah, tapi juga memikirkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Program penataan kawasan kumuh itu mencakup pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, pemasangan paving blok, penyediaan tempat sampah, hingga lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.
Maruarar menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kawasan yang ditata harus benar-benar kumuh dan tepat sasaran. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program perumahan tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja, mulai dari tukang hingga buruh, sehingga turut menggerakkan perekonomian lokal.
Dalam kunjungan itu, Maruarar juga meninjau kegiatan pembersihan eceng gondok di kawasan Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli. Kegiatan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun dengan melibatkan masyarakat setempat.
Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya. Ia menilai program tersebut sangat membantu dalam penyediaan hunian layak sekaligus penataan kawasan permukiman.
“Kehadiran Menteri PKP membawa dampak nyata bagi masyarakat Samosir. Ini sangat kami butuhkan,” ujar Vandiko.
Pemerintah Kabupaten Samosir, kata dia, siap mendukung penuh pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.











