Bus Listrik BRT Medan Tembus 3,9 Juta Km, KALISTA Dorong Kolaborasi Percepat Transportasi Publik Listrik

Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas saat memaprkan perkembangan bus listrik BRT di Kota Medan. (Arvin)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Transformasi transportasi publik menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan semakin menunjukkan perkembangan nyata di Kota Medan. Setelah satu tahun beroperasi, layanan Bus Rapid Transit (BRT) berbasis bus listrik di kota ini mencatat berbagai capaian penting sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Momentum tersebut dibahas dalam forum dialog “Bincang Bus Listrik Medan #BerbagiUntukSemua” yang diselenggarakan oleh KALISTA di Restoran Kembang Medan, Jalan Medan – Tanjung Morawa, Sumut, Senin (9/3/2023).

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta mengevaluasi implementasi bus listrik dalam layanan BRT di Medan.

Dalam periode Januari hingga Desember 2025, armada bus listrik BRT Medan tercatat telah menempuh perjalanan lebih dari 3,9 juta kilometer dan melayani lebih dari 2,7 juta penumpang. Operasional tersebut juga berkontribusi pada penurunan emisi hingga 28 persen dibandingkan transportasi publik berbasis bahan bakar konvensional.

Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, mengatakan bahwa transformasi menuju transportasi publik listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi kendaraan, tetapi juga pembangunan ekosistem yang melibatkan berbagai pihak.

“Percepatan transportasi publik listrik membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, operator, pelaku industri, hingga masyarakat. Melalui forum ini kami membuka ruang dialog untuk berbagi pengalaman sekaligus pembelajaran dari implementasi bus listrik di Medan,” kata Albert.

Forum tersebut juga menjadi refleksi perjalanan satu tahun operasional BRT Medan berbasis listrik yang dinilai berhasil menghadirkan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien.

Salah satu pengalaman operasional yang dibagikan dalam diskusi adalah kemampuan armada bus listrik untuk tetap beroperasi saat banjir melanda Medan selama tiga hari. Hal itu dapat terjadi berkat koordinasi cepat antara operator, tim teknis, dan berbagai pihak terkait, sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengalami kerusakan pada armada.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan transportasi publik listrik tidak dapat dilepaskan dari kerja sama lintas sektor.

“Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor swasta menjadi kunci untuk memastikan layanan Bus Listrik BRT Medan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai pengguna transportasi publik dalam memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di Kota Medan ke depan.

Forum “Bincang Bus Listrik Medan #BerbagiUntukSemua” menghadirkan sesi pemaparan kinerja operasional bus listrik, talk show bertema “100% Transportasi Listrik, Dampak Nyata untuk Semua”, serta diskusi terbuka antara pemangku kepentingan dan pengguna layanan BRT.

Topik yang dibahas antara lain sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan bus listrik, pengalaman operasional sejak awal layanan berjalan, serta harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas transportasi publik di Medan.

Saat ini, Kota Medan tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang mengoperasikan sistem BRT dengan 100 persen armada bus listrik. Sejak November 2024, implementasi tersebut didukung oleh 60 unit bus listrik dan 18 infrastruktur pengisian daya.
Sebagai penyedia solusi ekosistem kendaraan listrik komersial, KALISTA menawarkan layanan end-to-end yang m

encakup penyediaan kendaraan listrik, skema operating lease, dukungan pemeliharaan, layanan purna jual, pemantauan operasional secara real-time, hingga layanan pelanggan 24 jam.
Perusahaan ini sebelumnya juga terlibat dalam mendukung transisi 26 unit bus listrik di sistem transportasi TransJakarta.

Melalui inisiatif #BerbagiUntukSemua, KALISTA berharap forum dialog semacam ini dapat menjadi platform kolaboratif berkelanjutan yang mendorong percepatan adopsi transportasi publik listrik di berbagai kota di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *