MEDAN, Armadaberita.com – Rakernas SOIna 2025 digelar untuk mengevaluasi kesiapan Pekan Olahraga Special Olympics Nasional (PeSONas) 2026 di Nusa Tenggara Timur dan memperkuat kepengurusan provinsi. Pertemuan menyoroti pendanaan, kepengurusan, serta pengembangan klub dan atlet di seluruh Indonesia.
Dari NTB, pengurus menghadapi kendala mencari calon ketua baru setelah kepengurusan demisioner. Di Jawa Barat, pengurus mendorong agenda olahraga rutin agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran bagi SOIna. Pengurus provinsi lain, seperti Bali, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan, Maluku Utara, Aceh, dan Sulawesi Tengah, melaporkan kondisi beragam, mulai dari terbentuknya klub aktif hingga kendala politik lokal dan bencana alam yang membatasi partisipasi.
PP SOIna menegaskan pentingnya koordinasi dan evaluasi pengurus. Mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) akan disosialisasikan, sementara prestasi anak-anak menjadi fokus utama untuk menarik perhatian pemerintah dan masyarakat. Club SOIna menjadi wadah bagi atlet beraktivitas, baik olahraga maupun non-olahraga, termasuk pelatihan dan kegiatan keluarga, yang memengaruhi kuota di event internasional.
Rakernas 2025 menekankan komitmen membina anak-anak Disabilitas Intelektual, memperkuat klub, dan memastikan PeSONas 2026 berjalan sukses, meski tantangan pendanaan, politik lokal, dan bencana alam masih harus diatasi bersama. (Lindung Silaban)











