Medan, ArmadaBerita.Com
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I menyampaikan ada dua penyebab kenaikan harga komoditas menjelang Idul Fitri 1445 H di wilayah Sumatera Utara. Kenaikan harga komoditas tersebut juga sebagai penyumbang inflasi.
Kedua penyebabnya yang pertama adalah karena permintaan meningkat (Demand Push Inflation). Kedua adalah Suplai terbatas (cost push inflation).
Hal itu disampaikan Ketua KPPU Wilayah I Sumatera Utara, Ridho Pamungkas saat menggelar pertemuan dengan puluhan wartawan membahas perkembangan harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024/1445H di kantor KPPU Wilayah I Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (3/4/2024)
“Permintaan kita meningkat, sementara produksinya berkurang karena harga pokok produksinya juga mengalami kenaikan,” katanya.
Ridho pun memaparkan bahwa beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan masih didominasi hasil pertanian seperti, Beras, Cabai, Bawang dan lainnya.
Disamping itu, dia juga menyampaikan ada 5 komoditas penyumbang inflasi m-to-m Maret 2024 yaitu Cabai Merah sebesar 0,16 persen, Daging Ayam Ras 0,12 persen, Telur Ayam Ras 0,08 persen, Bawang Merah 0,08 persen, dan Ikan Dencis 0,07 persen.
Sedangkan untuk 5 komoditas penyumbang inflasi dari tahun ke tahun (yoy) hingga Maret 2024 yaitu, Beras sebesar 0,67 persen, Cabai Merah sebesar 0,61 persen, Daging Ayam Ras sebesar 0,27 persen, Telur Ayam Ras sebesar 0,24 persen serta Rokok (Sigaret kretek mesin) sebesar 0,18 persen.
“Dari hasil cek kita ke pasar kemarin, harga beras sudah mulai menurun. Termasuk hasil survei kita ke kilang beras. Apalagi nanti masuk beras dari Aceh dan Sulawesi. Begitu juga Cabai yang mulai melandai, namun harga Cabai ini masih dipengaruhi faktor cuaca,” papar Ridho.
Daging Ayam Ras dan telurnya, beber Ridho, di awal April ini sempat menurun, namun biasanya menjelang hari H (idul fitri) permintaan meningkat sehingga mengalami kenaikan. Kemudian untuk Bawang Putih trendnya terus mengalami kenaikan. Sebab, 90 persen kebutuhan impor dan dipengaruhi nilai tukar Dollar.
Untuk Bawang Merah, kata Ridho, sempat mengalami penurunan pada bulan Februari 2024, namun sekarang (April 2024) Trendnya cendrung naik. “Ada beberapa ratus hektar panen bawang di kota Brebes itu mengalami banjir dan menyebabkan jalur transportasi terputus, jadi dampak terbatasnya pasokan bawang merah itu akan berdampak sampai lebaran nanti,” ulasnya.
Sementara Cabai Merah Kriting yang juga penyumbang inflasi pada bulan kemarin sempat di atas Rp50 ribu. Untuk di bulan April ini kembali mengalami penurunan. Untuk minyak goreng kemasan juga pada Bulan Februari 2024 sempat diharga tinggi.
“Dan dari hasil survei harga di pasar yaitu pasokan ke pedagang juga sempat berkurang untuk pasokan Minyak Kita. Dan di bulan Februari itu, pedagang sangat kesulitan mendapatkan Minyak Kita. Karena ekspor CPO kita berkurang, apalagi harga pokok produksi minyak sudah di atas HET (harga eceran tertinggi) pemerintah,” jelasnya.
Pun begitu Ridho mengakhiri dengan menyampaikan perhitungan harga komoditas pada satu bulan terakhir yakni dari 1 Maret–2 April 2024 dengan Harga beras relatif stabil. “Mudah-mudahan lebaran ini akan mengalami penurunan karena sudah masuk musim panen, karena sudah masuk dari Aceh dan Sulawesi,” ujarnya.
Sedangkan Minyak Goreng dan Gula Pasir di atas HET. Kemudian Cabai masih mengalami kenaikan karena memang tergantung masalah musim atau cuaca seperti pasokan dari Kabupaten Karo. “Cabai kemungkinan akan turun setelah masuknya pasokan dari Jawa.
Sedangkan untuk Daging Ayam dan Telur Ayam, menurun di bulan April 2024 ini. “Sementara, Bawang Putih masih tinggi, dan Gula Pasir juga masih jauh di atas harga pasar,” pungkasnya. (ASN)











