PEKANBARU, ARMADA BERITA – Bank Sampah Mengajar bergabung dengan SMA Santa Maria Pekanbaru dalam peringatan Hari Pendidikan Lingkungan Hidup Internasional. Melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) semester genap, ratusan siswa kelas X terlibat dalam pembelajaran langsung tentang gaya hidup berkelanjutan.
Di lantai 3 gedung SMA Santa Maria Pekanbaru, siswa-siswi SMA tersebut berpartisipasi dalam praktik pembuatan kompos menggunakan metode ember tumpuk dan pembuatan eco-enzyme dari limbah kulit buah. Selain itu, mereka juga diajak untuk memahami pentingnya pertobatan ekologis, dengan harapan meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat bumi.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Marlon Sinaga, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersihan, pengelolaan sampah yang baik, dan cinta terhadap bumi pada generasi muda. Marlon menegaskan bahwa ini adalah investasi untuk masa depan lingkungan.
Berto Sitompul, praktisi ekopedagogik dan pendiri Bank Sampah Mengajar, memimpin sesi interaktif yang tidak hanya mendidik tetapi juga menginspirasi. Dengan pendekatan ekopedagogik, Berto menekankan pentingnya pendidikan peduli lingkungan hidup untuk membentuk kesadaran generasi muda terhadap lingkungan sekitar.

Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sumber wawasan, tetapi juga membangkitkan semangat generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan dalam melestarikan lingkungan.
Dengan melibatkan siswa dalam praktik pengelolaan sampah sejak dini, sekolah dapat menjadi pusat pendidikan yang mendorong rasa cinta lingkungan pada generasi mendatang. (Dewa)











