NEWS  

Warga Resah, Pencuri dan Narkoba Marak di Dusun 17 Bandar Khalipah. Bidan Manten Lapor Polisi

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Berbagai profesi warga masyarakat di kawasan Desa Bandara Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang mengeluhkan maraknya aksi pencurian dan peredaran narkoba.

Pasalnya, hampir setiap hari terjadi pencurian. Sebagian warga ada yang melapor ke polisi, namun tak sedikit yang tak melapor dengan berbagai alasan. Namun tidak bagi Satiani. Nenek berusia 60 tahun yang berprofesi sebagai Bidan Manten ini melaporkan aksi pencurian yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kepada wartawan, Jum’at (5/8/2022), Satiani mengaku pencuran yang dialaminya terjadi di gudang tempat penyimpanan barang alat-alat pesta yang berjarak beberapa meter dari rumahnya di Jalan Guru Suman, Gang Buntu, Dusun 17, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Disitu memang jadi tempat mereka kumpul dan sering dijadikan tempat mengkonsumsi narkoba. Jadi gudang saya dibongkar pada acara pesta di dekat situ pada Sabtu (9/7/2022) kemarin,” kata Satiani.

Wanita berhijab dan berkacamata ini mengetahui gudangnya telah dibongkar maling setelah salah satu pelaku yang memanjat dari atas gudang dipergoki warga sekitar. Warga pun memberitahukan kepada Satiani.

“Pas saya cek di dalam gudang, beberapa besi tiang panjang untuk tenda pesta hilang, 60 kursi plastik sudah tak ada, batre mobil dan lainnya hilang dibawa maling,” sebut Satiani.

Bidan Manten dan perias nikahan ini pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan, apalagi beberapa saksi disana ada melihat pelakunya. Ditambah lagi dengan kecurigaan bandit-bandit yang sering berada di lokasi tiba-tiba muncul dengan tergesa-gesa seolah habis dikejar.

“Si B dan si PB persis cirinya dengan pelaku yang dipergoki warga. Kemudian esok setelah kejadian, si PB dan B juga terlihat membawa becak dengan barang-barang mencurigakan pergi kearah tempat penjualan barang bekas (Botol) dan ada saksinya yang melihat sudah saya bawa ke kantor polisi,” bilang Sariani yang meyakini pelakunya lebih dari 2 orang.

Polisi pun sempat mengamankan B, dan Satiani sedikit lega. Namun, sehari setelah mengetahui B ditangkap, esoknya Satiani malah melihat B sudah bebas berkeliaran.

“Padahal saya sudah temui penyidiknya sewaktu membawa saksi yang melihat B dan PB bawa becak ke Botot dan saksi saya pun bertemu dengan B di kantor polisi sambil meyakinkan dia memang bertemu, tapi kenapa penyidik tidak memberitahukan perkembangan kasus saya, apalagi saya tidak diberitahu kalau si B sudah mereka bebaskan,” kesal Satiani.

Bidan Manten ini pun meradang. Ia menuding jika penyidik Polsek Percut Sei Tuan tak profesional. “Besok saya akan mendatangi Polsek Percut Sei Tuan dan menyakan ke penyidiknya mengenai laporan saya, karena sudah sebulan tapi pelakunya belum ada yang ditahan,” tegas Satiani sembari menunjukan bukti laporan yang tertuang di Nomor : STTLP/1309/VII/2022/SPKT PERCUT. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *