NEWS  

Kaki Penjambret Ini Lumpuh Dipelor, Gegara Rampas Tas IRT Sampai Kritis

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Seorang pelaku jambret sadis di Kota Medan, meringis kesakitan usai kedua kakinya bersarang pelor dari pistol polisi. Pasalnya, Muhammad Aidil alias Kudil (25) menyebabkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) kritis akibat terjatuh ke aspal usai tas sandangnya dijambret pelaku.

Aksi penjambretan yang terjadi di Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung pada Senin 6 Desember 2021 sekira pukul 05.00 WIB itu sempat terekam CCTV di lokasi kejadian. Video penjambretan hingga korban terpental ke aspal jalan pun viral di beberapa media sosial.

Korbannya, Rofenna Sihombing (52). Saat itu wanita yang kini masih kritis ini berboncengan sepeda motor bersama suami, Siar Marpaung (44) dan anaknya, warga Jalan Trikora, Gang Bersatu, Kecamatan Medan Denai.

Polisi yang menerima informasi itu langsung melakukan penyelidikan hingga mempelajari CCTV. Dari penyelidikan itu, polisi akhirnya mengetahui pelakunya adalah Kudil warga Jalan Gurila, Gang Langgar, Medan Perjuangan. Tim gabungan pun berhasil melacak keberadaanya.

“Pada Selasa, 7 Desember 2021 sekira pukul 03.00 WIB, tim berhasil menangkap pelaku yang sedang berada di Jalan Willem Iskandar Gang Murni, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M. Agustiawan saat memaparkan kasus itu di Mapolsek Percut Sei Tuan, Kamis (9/12/2021) pagi.

Dari hasil introgasi, pelaku juga sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah kota medan. Diantaranya, di Jalan H. M Yamin dekat RSU Pringadi tahun 2014 menjambret tas dan menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Pelaku juga melakukan aksinya di Jalan Pancing depan Sekolah MAN 2 sekitar bulan 11 tahu 2021 dengan hasil jambret HP. Kemudian menjambret tas ransel di Jalan H. M Yamin Simpang Pahlawan pada bulan 10 tahun 2021. Lalu di Jalan A. R Hakim bulan 11 tahun 2021 menjambret tas sandang dan HP.

“Dan terakhir ini di Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur menjambret tas dan HP. Akibat kejadian itu korbannya jatuh dari sepeda motor sehingga mengalami luka pada kepala belakang dan sampai saat ini masih dirawat di R.S Bina Kasih Sunggal,” ungkap Kapolsek Percut yang didampingi Kanit Reskrimnya, Iptu Bambang N.

Polisi juga mengamankan Yamaha N-Max Warna Abu- abu yang digunakan pelaku untuk menjambret, serta Kaos dan Boxer (pakaian yang digunakan pelaku ketika beraksi.

Pelaku ketika ditanyai polisi dihadapan keluarga korban.

“Uang itu aku buat untuk berobat anakku, karena anakku sedang sakit,” kilah pelaku sembari menundukkan kepalanya.

Sementara itu, kondisi korban yang mengalami luka di kepala sampai mengeluarkan darah di hidungnya. Bahkan pihak keluarga korban mengaku terkendala biaya oprasi yang bernilai hingga ratusan juta rupiah.

“Akibat benturan keras dibagian kepalanya dokter meminta istri ku di operasi namun aku tak punya biaya, pihak rumah sakit meminta biaya operasi sebesar Rp 125 juta,” keluh Marpaung, suami korban.

Marpaung berharap dan memohon kepada Walikota Medan agar dapat mendengarkan dan membantu mereka untuk biaya pengobatan istrinya, sebab istrinya Rovena tidak memiliki BPJS.

“Kepada pak Bobby, aku bermohon untuk dibantu perobatan istriku. Karena kami ini orang susah, kami tidak punya uang untuk membayar uang operasi itu pak,” harapnya sembari memohon dihadapan kamera wartawan. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *