NEWS  

Di Masa Covid-19, Deonal Sinaga Produktif Tulis Buku

BUKU: Praeses HKBP Distrik XXI Banten Pdt Dr Deonal Sinaga menunjukkan buku terbarunya berjudul "Marhobas Sian Nasa Roha -- Melayani Dengan Hati". Buku ini berisi perenungan-perenungannya di masa pandemi Covid-19. 
Share

Armadaberita.com – Di masa pandemi Covid-19, umat manusia dilanda kekuatiran besar. Situasi ini membawa Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Pdt. Dr. Deonal Sinaga untuk berefleksi. Melalui permenungannya yang dalam, ia menemukan serpihan-serpihan ide yang diilhamkan Tuhan. Serpihan-serpihan ide itu ia kumpulkan, lalu ia kemas menjadi tulisan demi tulisan. Tulisan-tulisan itu kemudian ia tenun menjadi satu buku yang dinamai “Marhobas Sian Nasa Roha –Melayani Dengan Hati”.

Dalam pengantar buku ini, Pendeta Deonal mengulik tentang problem besar yang dihadapi gereja masa kini. Dari perenungannya, Deonal sampai pada satu kesimpulan bahwa jika gereja HKBP benar-benar ingin mewujudkan panggilannya melakukan Misi Allah di abad 21, maka dibutuhkan perubahan paradigma. Masyarakat dan gereja kini sedang diperhadapkan dengan zaman yang berubah cepat.

“Jika tidak berubah, kita tidak akan mampu menghadapi perubahan itu, sebaliknya kita dan generasi yang lebih muda bisa menjadi korban perubahan dan tergilas zaman. Untuk itu, mendesak bagi gereja kita mempergumulkan dan mencari strategi, metode, dan pendekatan pelayanan yang tepat di zaman ini. Melayani dari hati –marhobas sian nasa roha, bisa menjadi satu alternatif untuk dipergumulkan dan dihidupi dalam mewujudkan visi HKBP, menjadi berkat bagi dunia, sesuai dengan konteks dan realitas yang diperhadapkan di zaman milenial ini,” ungkapnya pada Selasa (8/12).

Ide “Melayani dengan Hati,” itu, amat tepat di abad 21 ini. Terlebih di saat umat manusia menghadapi masalah serius secara global. Tidak ada yang menyangka jika 2020 menjadi tahun yang sulit bagi umat manusia. Pandemi Covid-19 mengocok ulang kehidupan manusia. Kemajuan teknologi ternyata tidak bisa menjamin rasa aman manusia dari serangan virus corona. Ratusan ribu nyawa terenggut, banyak keluarga kehilangan orang yang mereka kasihi, sebagian lagi terpaksa kehilangan pekerjaan. Masa depan serba tidak pasti. Ketakutan dan kekuatiran membayangi hari-hari umat manusia.

“Di tengah ketakutan dan kekuatiran seperti ini, Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya. Tuhan senantiasa hadir melalui pelayan-pelayannya, termasuk melalui pelayanan para pendeta. Para pelayan melayani dengan segenap hati, sehingga kasih karunia dari Tuhan bisa dirasakan umat manusia,” tulis Ephorus emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk mengantarkan buku berjudul “Marhobas Sian Nasa Rona –Melayani Dengan Segenap Hati” yang ditulis Pdt Dr Deonal Sinaga, Praeses HKBP Distrik XXI Banten.

Buku ini, kata JR Hutauruk, adalah sebuah pilihan para pelayan Tuhan di ladangNya, yaitu manusia ciptaannya yang sempurna itu. Ada sukacita, pergumulan, rasa gagal dan sendirian, sebagaimana pengalaman setiap orang di hadapan sesama dan lingkungan. Buku yang ditulis Pdt Dr. Deonal Sinaga ini mengingatkan kita, bahwa kita hendaknya melihat dan menghadapinya dengan ‘hati’, artinya dengan pikiran, tenaga, jiwa, roh. Menghadapinya secara totalitas. Karena manusia itu ibarat ‘dokumen yang hidup’ atau kitab terbuka yang dapat dibaca, ditafsirkan serta disimpulkan dengan mata hati kita sebagai pelayan.

“Pdt Dr. Deonal Sinaga seorang pelayan HKBP yang memiliki pengalaman panjang. Ia pernah melayani di berbagai tempat, baik di pedesaan, perkotaan, di dalam maupun luar negeri. Pelayanan panjang ini, membawa Pdt Dr. Deonal Sinaga ke dalam pengalaman spiritual yang dalam. Pengalaman inilah yang Ia tulis menjadi buku yang ada di depan kita sekarang,” imbuhnya.

Tidak hanya persoalam pandemi yang membawa kecemasan dan ketakutan. Selama bertahun-tahun, kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom, umat HKBP diperhadapkan dengan karut-marut pelayanan gereja. Memang, secara kasat mata pelayanan gerejawi masih tampak ada. Tetapi, fungsi transformatif gereja yang historis untuk membebaskan dan membawa damai tidak lagi dijalankan.

Praeses HKBP Distrik XXI Banten Pdt Dr Deonal Sinaga maju sebagai Calon Kepala Departemen Koinonia HKBP 2020-2024.

Padahal, gereja hadir semestinya menghadirkan daya penebusan Kristus. Itu berarti, gereja dan pelayan harus mendengar dan menanggapi pergumulan nyata umatnya. Pergumulan umat dan realitas yang mengitarinya harus masuk dalam tugas pastoral sang pelayan. Dan itu hanya mungkin, kalau ada kesediaan untuk melayani dengan hati.

“Saya bersyukur, di tengah kemasygulan hati saya, masih banyak pendeta HKBP yang menyediakan diri untuk melayani dengan hati. Mereka bekerja dan melayani dalam berbagai bentuk dan cara untuk hidup bersama umat yang dilayaninya, bukan hidup dari umat yang dilayaninya. Satu dari antara mereka adalah Pdt Dr. Deonal Sinaga, yang saya kenal senantiasa menyediakan diri secara total untuk melayani dengan hati,” timpal Gomar.

Sejak awal mengenalnya, sambung Gomar, saya menyaksikan sendiri bagaimana dia menyerahkan hidupnya untuk umat yang dilayaninya. Tidak menuntut yang aneh-aneh, sebaliknya selalu siap ditugaskan melayani ke mana saja. Kedalaman ilmu dan keluasan cakrawala berpikirnya sesungguhnya merupakan modal yang kuat untuk menaikkan posisi tawarnya, tapi itu tak pernah dilakoninya.

“Dari pengenalan yang sedemikian, saya jadi sangat tertarik untuk membaca buku ini, yang berisikan perjalanan pelayanannya, dan bagaimana dia menanggapi realitas dan pergumulan pada masanya. Saya yakin, belajar dengan berkaca pada kehidupannya yang melayani dengan hati, setiap pelayan akan dapat memenuhi harapan umat, dan akan menjadi berkat bagi masyarakat banyak,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *