NEWS  

Dirgahayu 9 Tahun, OJK Sumbagut Renovasi Masjid dan Tempat Pendidikan

Share

ArmadaBerita.Com. Sebagai wujud syukur dirgahayu 9 tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memberikan bantuan ke Masjid dan tempat Pendidikan di Kabupaten Deli Serdang, Senin (16/11) pagi.

Bantuan berupa renovasi terhadap Masjid Siti Aisyah yang berada di Jalan Persatuan Wartawan Indonesia Indonesia (PWI) di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan Yayasan Pendidikan Kristen Bina Misi Pniel yang berlokasi di Jalan Perjuangan, Gang Pisang No. 1, Gedung Johor, Kecamatan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang.

Rumah ibadah dan tempat pendidikan jadi sasaran karena dianggap penting. Sebab keduanya merupakan hak dasar setiap warga negara. Apalagi di masa Pandemi Covid-19, ibadah dan belaja seharusnya tidak menyurutkan tingkat ketaqwaan seorang hamba kepada Penciptanya, sebaliknya dituntut untuk semakin meningkatkan kedekatan dan kekhusyukan ibadah seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala OJK Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, di masa pandemi, proses belajar dilakukan lebih banyak secara virtual. Ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan yang baik bagi setiap pengelola tempat belajar sehingga segala bentuk renovasi dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran.

Untuk itu, OJK menilai perlu mendukung pelaksanaan dua bentuk kegiatan dimaksud secara nyata melalui donasi renovasi terhadap kedua fasilitas ibadah dan pengajaran tersebut.

Dalam sambutannya, panitia pembangunan renovasi Masjid Siti Aisyah, yang diwakili oleh Kepala Lingkungan terkait, Suyono, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada OJK, khususnya kepada Bapak Yusup Ansori dan Bapak Antonius Ginting atas perhatiannya pada aspek sosial selain industri jasa keuangan.

“Selama ini, kami berpikir bahwa OJK itu hanya mau fokus pada kegiatan jasa keuangan saja, namun ternyata, hari ini pemahaman kami diluruskan bahwa OJK juga peduli pada sesama. Kami berharap OJK terus ada selama NKRI ini berdiri,” kata Suyono.

Industri Jasa Keuangan Kondusif

Pada kesempatan itu pula, Yusup Ansori menjabarkan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara, kinerja perbankan yang terdiri dari Bank Umum dan BPR/BPRS per September 2020 masih dalam kondisi yang stabil dan kondusif.

Sedangkan, Aset perbankan tumbuh 8,38% secara year-on year (yoy) menjadi sebesar Rp556,94 Triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,65% yoy menjadi sebesar Rp505,84 Triliun. Penyaluran kredit oleh perbankan tumbuh 1,25% yoy menjadi Rp418,73 Triliun.

Selain itu, beberapa rasio keuangan juga relatif terjaga di batas aman seperti rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Sumatera Utara sebesar 82,78%, rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 3,29%.

Untuk program restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19 di Sumut sendiri, sampai dengan posisi 6 November 2020 sebanyak 448.257 debitur di Sumatera Utara telah mendapatkan persetujuan relaksasi kredit dampak Covid-19 di Sumatera Utara dengan total nominal kredit yang disetujui untuk direskturisasi sebesar Rp 25,55 triliun.

“Hal ini menunjukkan kebijakan stimulus perekonomian berupa relaksasi restrukturisasi kredit telah dan masih akan terus dilaksanakan oleh industri jasa keuangan, baik bank umum, BPR, maupun perusahaan pembiayaan di wilayah Sumatera Utara,” paparnya.

Sebagian besar realisasi restrukturisasi kredit dilakukan untuk 254.200 debitur UMKM dengan nilai outstanding kredit sebesar Rp14,83 triliun. Sementata untuk debitur non-UMKM sebanyak 194.057 debitur dengan nilai outstanding kredit Rp10,72 triliun.

“Realisasi restrukturisasi tersebut akan terus bertambah seiring dengan proses persetujuan restrukturisasi yang akan diakselerasi oleh industri jasa keuangan,” pungkasnya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *