SPORT  

Sofyan Tan Bawa Bola Standar FIFA ke Lapangan Desa, Hidupkan Kembali Harapan Lahirnya Ponirin Mekka Baru

Share

Deli Serdang, Armadaberita.com – Di sebuah lapangan desa di Sudirejo, Namorambe, anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan berdiri di tengah riuh anak-anak yang memelototi tumpukan bola baru berstandar FIFA. Politikus PDI Perjuangan itu datang dengan satu tujuan: menghidupkan kembali tradisi besar sepakbola Deli Serdang yang pernah melahirkan para pesepakbola terbaik negeri ini.

Nama paling tersohor dari daerah itu tentu Ponirin Mekka, penjaga gawang Timnas Indonesia di era 1980-an. Ponirin, yang dijuluki Si Tangan Emas, adalah bagian dari skuad Garuda yang mempersembahkan medali emas SEA Games 1987. Bagi Sofyan Tan, sejarah itu bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat bahwa Deli Serdang memiliki DNA olahraga yang kuat.

“Deli Serdang dulu adalah gudangnya pemain Timnas. Kita punya Ponirin Mekka, legenda yang membawa Indonesia juara. Sejarah seperti ini harus kita bangkitkan kembali,” ujar Sofyan Tan saat menyerahkan bantuan bola kepada klub-klub sepakbola lokal, Senin (9/2/2026).

Sofyan menilai, pembinaan sepakbola di tingkat desa menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan itu. Karena itu, ia memilih memberikan bola berkualitas internasional agar pemain muda terbiasa dengan standar tinggi sejak usia belia. Langkah kecil ini diyakininya dapat membentuk karakter pemain yang lebih siap bersaing.

Menurut Sofyan, sepakbola bukan hanya arena kompetisi. Ia menyebut olahraga ini sebagai ruang pertemuan yang mampu mencairkan sekat sosial. “Sepakbola menyatukan banyak orang. Saat nonton bola, tidak ada lagi urusan suku atau agama. Bahkan, dalam sejarah dunia, pertandingan sepakbola pernah menghentikan perang untuk sementara,” tuturnya.

Ketua KONI Kecamatan Namorambe, Edi Sehat Bangun, menyambut baik perhatian tersebut. Ia menilai bantuan itu menjadi suntikan semangat bagi klub-klub lokal dalam memoles bakat muda. Empat klub menerima masing-masing sepuluh bola: Eks Kowilhan FC, Matador FC, Tunas Muda FC, dan Jati Kusuma FC. “Bantuan ini sangat berarti. Pembinaan usia dini akan semakin hidup,” kata Edi.

Dari lapangan-lapangan desa yang sederhana itu, Sofyan Tan berharap akan lahir kembali pemain-pemain tangguh, termasuk generasi baru yang mengikuti jejak Ponirin Mekka—anak-anak Deli Serdang yang suatu hari nanti mungkin kembali berseragam merah putih, menjaga gawang Indonesia di panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *