Batang Kuis, ArmadaBerita.Com
Pesta Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sudah memasuki tahapan pengambilan nomor urut. Para kandidat Calon Kades (Cakades), Senin (14/3/2022) kemarin mendapat Nomor.
Yuli (34), satu-satunya Sri Kandi dari ke 5 Calon kepala desa yang akan bersaing nantinya di pemilihan pada 18 April 2022 mendatang.
Wanita yang beralamat tinggal di Jalan Karya 1 No. 1 Tumpatan Nibung Batang Kuis Deli Serdang ini mendapatkan nomor urut 5 di Cakades Desa Sena.
Saat ditemui dikediamannya, Kamis (17/3/2022) Cakades Desa Sena ini mengharapkan kepada Panitia Pemilihan Kepala desa (P2K) dan Badan Permusyawarahan Daerah (BPD) sebagai pengawas, untuk mengedukasi masyarakat agar tahapan demi tahapan hingga menjelang hari H pesta demokrasi di Pilkades 2022-2028 ini berjalan lancar sesuai Undang-undang yang sudah ditetapkan.
“Jadikan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa setentak ini berkualitas sebagai bentuk tanggung jawab panitia penyelenggara,” pinta Calon Kades nomor urut 5 ini.
“Berikan edukasi keseluruh lapisan masyarakat, bagaimana penyelenggaraan pilkades ini berkualitas dan menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Yuli juga mengajak para calon untuk bergandengan tangan melaksanakan Pilkades serentak ini agar berjalan lancar dan kondusif meski berbeda pendapat.
“Perbedaan jangan dijadikan jurang pemisah untuk kemajuan desa Sena. Kita adalah simbol, kita adalah calon pemimpin yang akan menjadi contoh kepada masyarakat,” tegasnya.
Yuli berharap tidaka ada Cakades yang melakukan politik uang (money politic) kepada masyarakat. Dia juga berharap jangan melakukan Black Champaign dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan satu lagi harapannya dalam Pilkades nanti untuk Stop Kekerasan.
“Tunjukan kualitas dan potensi diri kita kepada masyarakat, agar mereka tau mana pemimpin yang pantas untuk dipilih,” ungkapnya.
Dirinya mengajak ke semua Cakades agar bersaing secara santun dan sehat, jangan saling menjatuhkan apa lagi menjelek-jelekan satu sama lain bahkan sampai memfitnah untuk menjatuhkan lawan politiknya. Untuk itulah dirinya mengajak calon lainnya untuk “bermain bersih” dalam pemilihan nanti.
“Hargai dan hormati perbedaan itu, politik itu sesungguhnya adalah perbedaan itu sendiri. Bagaimana kita merangkul perbedaan itu menjadi satu kekuatan untuk membangun desa yang kita cintai ini,” pungkasnya. (CK)











