Kemendikdasmen, Kemenbud, dan Kemendikti Saintek Rayakan Natal 2025 dalam Semangat Kebersamaan dan Toleransi

Share

ARMADABERITA.COM, JAKARTA — Penguatan peran keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter dan nilai toleransi dalam keberagaman menjadi pesan utama dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar bersama oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Kegiatan ini dimaknai sebagai ruang refleksi bersama untuk meneguhkan persatuan, kerukunan, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa tema perayaan tersebut sejalan dengan kebijakan penguatan keluarga sebagai pilar utama kehidupan sosial dan pendidikan. Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan bersatu. Ia menilai, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam diri generasi muda.

Abdul Mu’ti menjelaskan, pembangunan generasi yang kuat dan unggul memerlukan pendekatan menyeluruh melalui penguatan empat ekosistem pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa. Keempat ekosistem tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter anak, tidak hanya dari aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan nilai kehidupan.

Ia juga menekankan pentingnya pembiasaan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Anak-anak perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda latar belakang dan keyakinan melalui perjumpaan serta dialog yang saling menghargai. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah, melainkan sebagai kekuatan yang mempersatukan.

Perayaan Natal dan Tahun Baru ini juga dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial. Dalam rangkaian acara, para menteri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas di lingkungan tiga kementerian. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra sebagai bentuk solidaritas dan empati.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan budaya bukanlah ancaman, melainkan potensi besar yang memperkuat persatuan nasional. Indonesia, menurutnya, memiliki keragaman budaya yang sangat kaya dan harus dijadikan sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Ia menilai toleransi dan kerukunan umat beragama merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Fadli Zon juga menyoroti peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman. Dari keluarga, nilai saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai dapat ditanamkan dan diwariskan lintas generasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Febry H.J. Dien mengapresiasi terselenggaranya perayaan secara kolaboratif lintas kementerian. Ia menilai kehadiran para menteri, wakil menteri, pejabat, pegawai, serta tokoh agama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan di lingkungan kerja pemerintahan. Ia berharap nilai kebersamaan tersebut dapat terus dijaga dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Rangkaian perayaan berlangsung khidmat dengan refleksi Natal yang disampaikan Pastor Yustinus Ardianto serta pesan damai Natal oleh Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari berbagai satuan pendidikan dan komunitas, serta sajian musik religi yang mengiringi ramah tamah antarpegawai lintas kementerian.

Melalui Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, penguatan peran keluarga, toleransi, dan persatuan ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, menghormati keberagaman, dan memperkuat nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas kenegaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *